33 Serangan dalam 24 Jam saat Hizbullah Gempur Pasukan Zionis di Lebanon
TheRefinedPost.com - Hizbullah melancarkan total 33 serangan ke arah pasukan Israel, posisi militer, dan kendaraan di Lebanon selatan dalam waktu 24 jam terakhir. Informasi ini disampaikan langsung oleh kelompok tersebut pada hari Jumat, 15 Mei 2026.
Serangan-serangan ini dikatakan sebagai respons atas tindakan Israel yang terus melanggar perjanjian gencatan senjata. Selain itu, Hizbullah juga menyoroti serangan Israel terhadap warga sipil dan wilayah di Lebanon selatan.
Dalam pernyataan yang terpisah, Hizbullah memberikan detail bahwa serangan mereka menyasar kumpulan pasukan dan kendaraan Israel di beberapa lokasi, termasuk kota Rashaf, Qouzah, dan Hadatha. Disebutkan bahwa sasaran serangan ini termasuk buldoser militer dan kumpulan pasukan di Rashaf, yang diserang menggunakan drone, rentetan roket, dan artileri.
Menurut laporan Anadolu, Hizbullah juga melaporkan bahwa mereka telah menyerang barak Liman dan barak Kiryat Shmona menggunakan drone. Sementara itu, posisi Israel di Qouzah dan Hadatha menjadi sasaran rentetan roket dan penembakan artileri. Kelompok tersebut mengklaim telah melakukan “serangan yang terkonfirmasi” dalam beberapa kasus.
Sebelumnya pada hari Jumat, tentara Israel menetapkan wilayah utara Rosh Hanikra dan Achziv sebagai zona militer tertutup. Langkah ini diambil karena alasan “situasi keamanan", menyusul serentetan sirene serangan udara yang disebabkan oleh infiltrasi drone dan peluncuran roket dari Lebanon selatan.
Beberapa minggu terakhir, Israel semakin khawatir dengan penggunaan drone serat optik oleh Hizbullah. Drone jenis ini lebih sulit dideteksi.
Pada akhir April, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui bahwa ancaman dari rudal dan drone Hizbullah merupakan “dua ancaman utama” yang dihadapi Israel. Ia mendorong militer untuk segera mengembangkan solusi untuk menghadapi ancaman tersebut.

Posting Komentar