Isak Tangis Putri Bungsu Temon Kenang Kronologi Kepergian sang Ayah secara Mendadak
JAKARTA – Kabar berpulangnya komedian senior Tanah Air, Simson Rarameha Ngadang alias Temon, meninggalkan torehan duka yang amat mendalam bagi pihak keluarga. Sang komedian dikonfirmasi mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (12/7/2026) pagi.
Saat ditemui di rumah duka, Rambu, putri kelima almarhum Temon, dengan mata berkaca-kaca membeberkan kronologi saat dirinya pertama kali menerima kabar yang mengejutkan seluruh anggota keluarga tersebut. Menurut penuturannya, ia dihubungi oleh saudaranya sekitar pukul 08.30 WIB yang mengabarkan bahwa kondisi kesehatan sang ayah mendadak merosot tajam.
"Saya kurang tahu spesifiknya, tapi saya dikabarin sekitar jam 08.30 WIB. Yang ngabarin kakak sama abang. Awalnya ngabarin Papa masuk rumah sakit. Pas saya langsung bersiap ke rumah sakit dan telepon lagi di tengah jalan (OTW), dikabari kalau Papa sudah enggak ada," ungkap Rambu lirih.
Komunikasi Terakhir dan Firasat yang Tak Disadari
Rambu mengenang, momen komunikasi terakhir dirinya dengan sang ayah terjadi pada pertengahan pekan ini. Kala itu, tidak ada firasat buruk atau kejanggalan sama sekali, karena almarhum hanya berniat membagikan informasi bermanfaat untuk masa depan anaknya.
“Malam Rabu kalau enggak salah komunikasi terakhir. Papa cuma kayak ngasih tahu ada informasi seminar buat saya ikutin. Enggak ada tanda-tanda atau firasat apa-apa," tuturnya.
Ketika disinggung mengenai rekam medis almarhum semasa hidup, Rambu membenarkan bahwa sang ayah memang memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi). Namun, almarhum dikenal sebagai sosok kepala keluarga yang sangat tegar dan enggan merepotkan anak-anaknya. Temon cenderung tertutup mengenai rasa sakit yang dideritanya dan hampir tidak pernah mengeluh.
"Saya tahunya punya darah tinggi, itu saja. Papa tuh enggak pernah mengeluh kalau sakit, suka dipendam sendiri saja," tambah Rambu.
Tangis Pecah Mengingat Sosok Ayah yang Hebat
Suasana haru kian terasa saat Rambu tak kuasa membendung air matanya ketika mencoba mendeskripsikan betapa berartinya sosok Temon di matanya. Baginya, almarhum adalah teladan yang luar biasa yang selalu menyelipkan petuah bijak di setiap kesempatan agar anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia.
“Menurut saya, susah digambarkan pakai kata-kata. Dia sosok ayah yang hebatlah. Kemarin sempat berpesan, kalau jadi orang tuh harus baik,” ucapnya sambil menyeka air mata.
Menutup perbincangan, Rambu menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kerabat, kolega, serta rekan seprofesi di dunia hiburan yang telah memberikan dukungan moral yang luar biasa, baik saat almarhum masih berkarya hingga di saat-saat terakhirnya.
"Buat teman-teman Papa yang selalu setia, terima kasih banyak selalu mendukung Papa dalam keadaan apa pun. Ketulusannya sampai ke kami. Mohon doanya buat Papa, dan mohon dimaafkan kalau beliau ada salah," pungkas Rambu.

Posting Komentar