Menegangkan! Petani Sumsel Selamatkan Diri dari Amukan Beruang, Alami Luka Robek di Pinggang
PALEMBANG - Konflik antara manusia dan satwa liar kembali memakan korban di kawasan perkebunan warga. Seorang petani lokal di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) terpaksa harus dilarikan ke fasilitas medis terdekat setelah menjadi korban serangan brutal seekor beruang madu peliharaan alam saat tengah sibuk merawat tanaman di kebunnya. Peristiwa mencekam yang terjadi di area yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung ini memicu ketakutan mendalam bagi para petani lain yang menggantungkan hidupnya di ladang.
Korban yang saat itu sedang beraktivitas sendirian tidak menyadari kehadiran satwa buas tersebut dari arah semak-semak. Akibat serangan mendadak itu, korban sempat melakukan perlawanan seadanya sebelum akhirnya satwa tersebut melarikan diri kembali ke dalam lebatnya hutan. Rekan sesama petani yang mendengar teriakan minta tolong langsung bergegas mengevakuasi korban yang sudah dalam kondisi lemas.
Berdasarkan laporan kronologi dan rincian medis yang dihimpun dari pihak kepolisian dan otoritas desa setempat pada hari Rabu, 24 Juni 2026, korban dilaporkan mengalami luka-luka yang cukup serius akibat cakaran dan gigitan hewan pemakan segala tersebut.
Kapolsek setempat beserta jajaran Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) langsung turun tangan memberikan keterangan resmi terkait kondisi korban serta langkah penanganan satwa liar di zona perkebunan warga tersebut.
"Kami mengonfirmasi adanya insiden seorang petani yang diserang oleh seekor beruang liar saat sedang berkebun. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek yang cukup parah dan dalam di bagian pinggang serta paha kanan akibat cakaran kuat satwa tersebut. Beruntung nyawa korban berhasil diselamatkan setelah warga sekitar bergerak cepat membawa yang bersangkutan ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan jahit dan perawatan intensif. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada, tidak pergi ke kebun sendirian, dan segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan satwa dilindungi tersebut agar tim BKSDA bisa melakukan penggiringan kembali ke habitatnya," jelas perwakilan resmi pihak kepolisian setempat dalam rilis keterangannya.
Guna mengantisipasi terjadinya serangan susulan, pihak BKSDA Sumsel dilaporkan telah memasang beberapa kamera pengintai (camera trap) serta posko pemantauan di sekitar lokasi kejadian. Otoritas setempat juga mengingatkan warga agar tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat melukai atau membunuh beruang tersebut, mengingat satwa itu termasuk dalam kategori hewan dilindungi undang-undang, sembari mencari solusi jangka panjang agar ruang aktivitas warga dan habitat satwa tidak saling berbenturan.

Posting Komentar