Kompak Melaju di Zona Hijau, 10 Saham Ini Sukses Cetak Keuntungan Tertinggi dalam Seminggu
JAKARTA - Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini menunjukkan performa yang cukup impresif. Ditopang oleh derasnya arus modal yang masuk serta kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses bergerak konsisten di zona hijau. Kondisi pasar yang bergairah ini lantas dimanfaatkan secara optimal oleh sejumlah emiten untuk memimpin lonjakan harga secara signifikan.
Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, bursa mencatat ratusan saham berhasil mencatatkan rapor pertumbuhan yang positif. Namun, di antara sekian banyak emiten yang menghijau, terdapat sepuluh saham unggulan yang performanya melesat jauh di atas rata-rata pasar hingga dinobatkan sebagai pencetak keuntungan tertinggi (top gainers).
Merujuk pada laporan ringkasan data perdagangan yang dihimpun oleh jurnalis Okezone, Iqbal Dwi Purnama, pada hari Sabtu, 20 Juni 2026, PT Bursa Efek Indonesia merilis daftar resmi emiten-emiten yang sukses memberikan imbal hasil atau cuan paling tebal bagi para pemegang sahamnya untuk periode transaksi sepekan terakhir.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sepanjang 15–19 Juni 2026. Ini membuat beberapa saham melonjak di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut data BEI, PT Mega Perintis Tbk (ZONE) adalah saham yang naik paling tinggi dalam sepekan, yaitu 60,29 persen.
Harga saham ZONE naik dari 340 menjadi 545 pada akhir pekan ini. ZONE menjadi saham dengan kinerja terbaik saat IHSG menguat 2,82 persen.
Saham PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) juga naik signifikan, yaitu 46,88 persen dari 64 menjadi 94. Lalu, PT Remala Abadi Tbk (DATA) menguat 43,45 persen dari 1.450 menjadi 2.080.
Beberapa saham lain juga meningkat, seperti RONY yang naik 42,42 persen, ATAP 39,55 persen, dan CBUT 37,96 persen. Saham TRON, NSSS, BCIC, dan BAJA juga naik lebih dari 30 persen dalam seminggu.
Secara keseluruhan, penguatan pasar terlihat merata. Sebanyak 398 saham naik lebih dari 2 persen dan 118 saham naik hingga 2 persen.
Namun, 184 saham turun lebih dari 2 persen, 89 saham melemah hingga 2 persen, dan 170 saham tidak berubah.
Selain emiten-emiten yang berada di urutan teratas papan top gainers, secara keseluruhan iklim investasi di pasar modal Indonesia dalam sepekan ini memang berada dalam posisi yang sangat sehat. Penguatan ini dinilai para analis sebagai refleksi dari kuatnya fundamental perusahaan-perusahaan tercatat serta respons adaptif pasar terhadap kebijakan stimulus ekonomi. Bagi para pelaku pasar, deretan saham paling cuan pekan ini diharapkan dapat menjadi kompas atau acuan strategis dalam menyusun portofolio investasi mereka ke depan.

Posting Komentar