Duka Latsarmil Kopdes Merah Putih Berlanjut: 1 Peserta Gugur, Total Korban Jiwa Jadi 3 Orang
BOGOR - Kabar duka kembali menyelimuti pelaksanaan Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) Komando Desa (Kopdes) Merah Putih. Korban jiwa dalam kegiatan latihan fisik semi-militer tersebut dilaporkan kembali bertambah setelah satu orang peserta lagi dinyatakan meninggal dunia usai kondisi kesehatannya drop secara drastis saat mengikuti rangkaian kegiatan. Dengan adanya tambahan korban baru ini, total peserta yang mengembuskan napas terakhir selama masa pelatihan kini secara tragis telah menyentuh angka tiga orang.
Bertambahnya jumlah korban tewas ini langsung memicu gelombang desakan publik dan pihak keluarga agar otoritas berwenang segera melakukan evaluasi total dan menghentikan sementara jalannya pelatihan. Kematian beruntun ini mengindikasikan adanya dugaan kelalaian prosedur atau penerapan intensitas latihan fisik ekstrem yang melampaui batas kemampuan medis para peserta.
Menanggapi situasi kritis dan laporan kematian terbaru yang mengguncang institusi pelatihan tersebut pada hari Rabu, 24 Juni 2026, pihak panitia penyelenggara bersama tim medis resmi mengeluarkan rilis keterangan tertulis. Mereka mengonfirmasi identitas serta kronologi singkat penanganan darurat yang sempat diberikan kepada korban sebelum dinyatakan meninggal dunia.
"Kami menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya kembali salah satu peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih, sehingga total korban hingga saat ini menjadi tiga orang. Berdasarkan laporan dari tim medis lapangan, peserta yang baru saja berpulang ini sempat mengeluhkan kelelahan ekstrem dan mengalami sesak napas saat mengikuti sesi latihan. Petugas di lapangan telah berupaya maksimal memberikan pertolongan pertama serta mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tetap tidak tertolong. Kami berkomitmen penuh untuk kooperatif dengan pihak kepolisian dan tim eksternal dalam melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti kematian para peserta," urai perwakilan resmi panitia penanggung jawab dalam keterangan resminya.
Hingga saat ini, aparat kepolisian setempat dilaporkan telah turun tangan ke lokasi latihan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi, termasuk instruktur dan panitia pelaksana. Pihak keluarga korban mendesak agar hasil autopsi dibuka secara transparan guna memastikan apakah ada unsur kekerasan fisik atau murni disebabkan oleh faktor medis, agar keadilan bagi para korban yang gugur dalam latsarmil ini dapat ditegakkan seadil-adilnya.

Posting Komentar