Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor 3,56% dan Tersungkur di Bawah Level 6.000

Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor 3,56% dan Tersungkur di Bawah Level 6.000

JAKARTA - Gelombang tekanan jual yang masif melanda pasar modal Indonesia pada penutupan perdagangan pertengahan pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa menelan pil pahit setelah posisinya merosot tajam di zona merah dan harus rela kehilangan level psikologisnya di angka 6.000. Koreksi ekstrem ini dipicu oleh sentimen negatif global yang datang dari rilis catatan terbaru lembaga pemeringkat indeks internasional, Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Ambruknya indeks saham ini langsung direspons dengan aksi ambil untung (profit taking) dan kepanikan minor oleh para pelaku pasar, terutama investor asing yang langsung melakukan penyesuaian portofolio (rebalancing) secara besar-besaran. Sektor-sektor penggerak utama bursa, seperti perbankan blue chip dan teknologi, menjadi sektor yang paling dalam tergerus arus modal keluar (outflow) sepanjang jam perdagangan.

Dalam laporan resmi pergerakan lantai bursa yang dihimpun oleh jurnalis TRP, Iqbal Dwi Purnama, pada hari Rabu, 24 Juni 2026, PT Bursa Efek Indonesia mencatatkan penurunan performa indeks yang cukup masif dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

"Laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada sore hari ini ditutup anjlok sangat dalam, yakni sebesar 3,56 persen, yang membawa posisinya merosot ke level 5.883. Kejatuhan ini terjadi sesaat setelah pasar merespons rilis catatan serta evaluasi berkala dari MSCI terkait bobot saham beberapa emiten besar di Indonesia. Perubahan sentimen tersebut memicu tekanan jual yang cukup agresif di lantai bursa," urai Iqbal Dwi Purnama dalam catatan laporan pasarnya.

Akibat koreksi tajam tersebut, nilai kapitalisasi pasar (market cap) bursa mengalami penyusutan hingga ratusan triliun rupiah dalam satu hari saja. Para analis pasar modal menilai, kejatuhan IHSG ke level 5.883 ini bersifat jangka pendek sebagai bentuk penyesuaian teknikal para manajer investasi global. Investor domestik pun diimbau untuk tidak panik berlebihan dan tetap mencermati saham-saham dengan fundamental kokoh yang harganya kini sudah relatif murah untuk dikoleksi kembali saat pasar mulai stabil.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor 3,56% dan Tersungkur di Bawah Level 6.000
  • Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor 3,56% dan Tersungkur di Bawah Level 6.000
  • Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor 3,56% dan Tersungkur di Bawah Level 6.000
  • Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor 3,56% dan Tersungkur di Bawah Level 6.000
  • Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor 3,56% dan Tersungkur di Bawah Level 6.000
  • Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor 3,56% dan Tersungkur di Bawah Level 6.000

Posting Komentar