Evaluasi Total Program Stunting, Komisi IX DPR Cecar Kemendukbangga Terkait Capaian Target Nasional
JAKARTA - Langkah taktis guna mengakselerasi perbaikan gizi buruk dan tumbuh kembang anak di tanah air terus digodok di meja parlemen. Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) mendalam dengan agenda tunggal untuk mengevaluasi secara menyeluruh jalannya Program Percepatan Penurunan Stunting nasional. Langkah pengawasan ini dinilai sangat krusial mengingat tenggat waktu pencapaian target penurunan angka stunting nasional kian mendekati batas akhir yang dicanangkan pemerintah.
Dalam rapat yang berlangsung di ruang sidang komisi tersebut, para legislator menyoroti masih adanya ketimpangan progres penanganan stunting antara wilayah perkotaan dan daerah-daerah pelosok atau tertinggal. Evaluasi ini sengaja dilakukan untuk mengidentifikasi sumbatan anggaran serta kendala koordinasi teknis di lapangan agar intervensi gizi spesifik dan sensitif dapat berjalan lebih efisien.
Rangkaian jalannya rapat kerja kedewanan yang berlangsung pada hari Rabu, 24 Juni 2026 ini, menghadirkan jajaran pimpinan tertinggi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) selaku mitra kerja utama yang bertanggung jawab penuh atas realisasi program di lapangan.
Dalam sesi penyampaian pandangan dan laporan progres kerja, perwakilan resmi Komisi IX DPR RI bersama pimpinan Kemendukbangga memberikan keterangan resmi kepada awak media mengenai poin-poin kesepakatan dan komitmen baru yang berhasil ditelurkan dalam rapat evaluasi tersebut.
"Rapat kerja hari ini menjadi momentum penting bagi Komisi IX DPR RI dan Kemendukbangga untuk duduk bersama mengevaluasi capaian riil di lapangan. Kami sepakat bahwa program percepatan penurunan stunting tidak boleh sekadar menjadi seremonial administratif, melainkan harus menyentuh akar rumput. Berdasarkan catatan evaluasi bersama, masih ada beberapa daerah yang memerlukan pendampingan ekstra serta pembenahan akurasi data terpadu. Oleh karena itu, Kemendukbangga berkomitmen untuk memperketat pengawasan penyaluran bantuan gizi dan memaksimalkan peran kader lini lapangan demi memastikan angka stunting turun secara signifikan sesuai dengan target yang diharapkan," jelas perwakilan resmi dalam rilis keterangan bersama usai raker ditutup.
Melalui hasil keputusan raker ini, Komisi IX DPR RI mendesak Kemendukbangga untuk segera menyusun langkah taktis dalam kurun waktu satu bulan ke depan guna menyempurnakan strategi edukasi bagi calon pengantin dan ibu menyusui. Parlemen juga berjanji akan terus mengawal pemanfaatan anggaran penanganan stunting agar tepat sasaran dan terbebas dari ego sektoral antar-lembaga, demi mewujudkan generasi emas Indonesia yang sehat dan berdaya saing tinggi.

Posting Komentar