IHSG Melemah, 10 Saham Ini Babak Belur hingga Terkoreksi 25 Persen

 

IHSG Melemah, 10 Saham Ini Babak Belur hingga Terkoreksi 25 Persen

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tekanan cukup dalam pada sejumlah saham selama periode perdagangan 22–26 Juni 2026. Dalam rilis data statistik BEI yang disampaikan pada Sabtu (27/6/2026), tercatat sedikitnya 10 saham masuk daftar top losers dengan penurunan signifikan, bahkan ada yang merosot hingga lebih dari 25 persen.

Kondisi ini terjadi seiring melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ikut terkoreksi sebesar 4,55 persen ke level 5.896,134 dari posisi pekan sebelumnya di 6.177,139. Tekanan jual disebut merata di berbagai sektor, mulai dari energi, keuangan, hingga industri.

Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menjadi yang paling tertekan, setelah anjlok 25,45 persen ke level Rp1.040 dari sebelumnya Rp1.395 per saham. Disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang melemah 24,55 persen ke Rp498.

Selain itu, PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) juga tercatat turun 23,13 persen ke Rp206, sementara PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) terkoreksi 21,59 persen ke Rp276.

BEI dalam keterangannya menegaskan bahwa pergerakan tersebut merupakan hasil dari aktivitas perdagangan selama sepekan dan mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi sentimen global maupun domestik.

“Pergerakan harga saham sangat dipengaruhi oleh supply and demand di pasar. Fluktuasi seperti ini merupakan bagian dari mekanisme pasar yang wajar,” demikian keterangan resmi yang dikutip dari data statistik BEI, Sabtu (27/6/2026).

Selain ENRG dan BRMS, saham lain yang masuk daftar top losers di antaranya PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang turun 21,21 persen ke Rp520, serta PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) yang melemah 20,63 persen ke Rp500.

Sementara itu, PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Asia Pramulia Tbk (ASPR), dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) juga turut mengalami koreksi masing-masing di kisaran 18–19 persen.

Dengan kondisi ini, pelaku pasar masih mencermati arah pergerakan IHSG pada pekan berikutnya, terutama terkait potensi lanjutan tekanan dari faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga global dan arus modal asing.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • IHSG Melemah, 10 Saham Ini Babak Belur hingga Terkoreksi 25 Persen
  • IHSG Melemah, 10 Saham Ini Babak Belur hingga Terkoreksi 25 Persen
  • IHSG Melemah, 10 Saham Ini Babak Belur hingga Terkoreksi 25 Persen
  • IHSG Melemah, 10 Saham Ini Babak Belur hingga Terkoreksi 25 Persen
  • IHSG Melemah, 10 Saham Ini Babak Belur hingga Terkoreksi 25 Persen
  • IHSG Melemah, 10 Saham Ini Babak Belur hingga Terkoreksi 25 Persen

Posting Komentar