Kembangan Kawasan Toba Caldera Resort, BPODT: Positioning Destinasi jadi Kunci

Kembangan Kawasan Toba Caldera Resort, BPODT: Positioning Destinasi jadi Kunci

THEREFINEDPOST - Pengembangan kawasan Toba Caldera Resort saat ini menunjukkan kemajuan. Meski begitu, masih ada berbagai aspirasi terkait realisasi investasi yang terkesan lambat dan manfaatnya bagi masyarakat. Sejumlah kepala desa di Kecamatan Ajibata menilai pengembangan kawasan tersebut belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

Di tengah dinamika ini, sejumlah capaian mulai terlihat. Direksi Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menyebut pengembangan destinasi berskala besar seperti Danau Toba membutuhkan kesiapan yang menyeluruh.

Pembangunan destinasi tidak bisa hanya diukur dari percepatan investasi jangka pendek. Infrastruktur, regulasi kerja sama, kesiapan masyarakat, serta positioning destinasi menjadi kunci.

Dari sisi investasi, sejumlah komitmen telah berjalan meski sebagian masih dalam perencanaan. Beberapa investor yang terlibat antara lain Labersa Group, Agung Concern Group, Tobanta Nauli Indah, Dunia Outbond, serta NIMO Group. Investasi di sektor pendukung seperti amenitas, penginapan, dan ekosistem pariwisata lokal mulai tumbuh secara bertahap.

Salah satu kendala utama di lapangan adalah terbatasnya jangka waktu kerja sama investasi yang saat ini hanya 30 tahun. Hal ini dinilai menjadi tantangan dalam menarik investor.

BPODT telah mengusulkan revisi regulasi yang dinilai menghambat tersebut. Revisi ini diharapkan dapat meningkatkan jangka waktu kerja sama investasi menjadi 80 tahun.

Kunjungan wisatawan ke kawasan Danau Toba, termasuk Toba Caldera Resort, menunjukkan tren peningkatan. Akan tetapi, dampak ekonominya belum merata. Eksposur kawasan juga terdongkrak melalui sejumlah agenda internasional seperti ajang lari lintas-alam Trail of the Kings by UTMB dan kejuaraan F1 Powerboat Lake Toba.

BPODT juga mendorong peningkatan aksesibilitas melalui penambahan rute penerbangan ke Bandara Sisingamangaraja XII dan digitalisasi penyeberangan di Danau Toba.

Upaya promosi turut diperkuat dengan pendekatan kreatif, termasuk kerja sama produksi film bertema budaya dan pariwisata Danau Toba. Tiga film yang telah diproduksi yakni Harta Tahta Boru ni Raja, Antara Mama Cinta dan Sorga, dan Wasiat Warisan.

Dalam penguatan sumber daya manusia, BPODT bekerja sama dengan para pakar pendidikan dari Sumatera Utara dalam menyusun materi muatan lokal kepariwisataan berbasis Geopark. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi pariwisata dan budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda di kawasan Danau Toba.

Direktur Utama BPODT periode 2021-2026 Jimmy Panjaitan menyatakan dukungannya terhadap masyarakat sekitar Toba Caldera Resort dengan memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal. Menurutnya, BPODT masih didominasi oleh tenaga kerja lokal, di luar PNS dan PPPK yang melalui seleksi pusat.

Pengembangan kawasan Danau Toba saat ini dinilai berada dalam fase transisi. Fondasi mulai terbentuk, pertumbuhan mulai terlihat di berbagai aspek, seiring dengan meningkatnya ekspektasi publik terhadap percepatan hasil pembangunan.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kembangan Kawasan Toba Caldera Resort, BPODT: Positioning Destinasi jadi Kunci
  • Kembangan Kawasan Toba Caldera Resort, BPODT: Positioning Destinasi jadi Kunci
  • Kembangan Kawasan Toba Caldera Resort, BPODT: Positioning Destinasi jadi Kunci
  • Kembangan Kawasan Toba Caldera Resort, BPODT: Positioning Destinasi jadi Kunci
  • Kembangan Kawasan Toba Caldera Resort, BPODT: Positioning Destinasi jadi Kunci
  • Kembangan Kawasan Toba Caldera Resort, BPODT: Positioning Destinasi jadi Kunci

Posting Komentar