Tantangan Bidan Desa Tumbang Mangkutup dalam Memberikan Pelayanan kepada Ibu dan Anak
THEREFINEDPOST - Peran seorang bidan desa amat krusial dalam menyediakan layanan kesehatan bagi ibu dan anak, terutama di daerah pelosok yang aksesnya terbatas seperti yang terjadi di Desa Tumbang Mangkutup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Mengingat lokasi desa Mangkutup yang jauh dari pusat keramaian atau perkotaan, hal ini niscaya memengaruhi jangkauan layanan kesehatan di sana. Konsekuensinya, tugas bidan dalam melayani ibu dan anak kerap kali menghadapi kendala dan rintangan. Berikut adalah beberapa kesulitan yang dihadapi bidan desa dalam menyajikan layanan kesehatan prima untuk ibu dan anak di wilayah terpencil.
1. Jalan yang Sulit Diakses dan Fasilitas Pendukung yang Terbatas
Keterbatasan akses jalan di Desa Tumbang Mangkutup, Kabupaten Kapuas merupakan persoalan utama yang membebani bidan desa. Kepastian bidan untuk segera menangani atau merujuk kasus gawat darurat ke Puskesmas atau Rumah Sakit jadi terhambat, disebabkan oleh kondisi jalan dan sarana pendukung yang kurang memadai. Jarak desa yang jauh dan rusak berat dari pusat kesehatan memaksa bidan menempuh perjalanan jauh via air (sungai) yang membutuhkan waktu lebih lama. Kendala seperti inilah yang pada akhirnya menghambat alur penanganan yang seharusnya diberikan oleh seorang bidan.
2. Keterbatasan Alat Kesehatan dan Fasilitas
Permasalahan berikutnya yang sering membelit bidan desa adalah minimnya perlengkapan medis untuk memberikan perawatan pasien. Di samping keterbatasan alat medis, fasilitas penunjang di desa pun terbatas. Kadang kala dalam situasi darurat, bidan desa terpaksa hanya mengandalkan perlengkapan dan prasarana yang sungguh minimalis. Keterbatasan alat dan fasilitas inilah yang membuat kinerja bidan desa kurang maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatnya.
3. Pandangan Hidup Masyarakat
Seorang bidan di desa Tumbang Mangkutup juga mesti bergulat dengan upaya mengubah cara pandang masyarakat yang keliru mengenai kesehatan ibu dan anak. Beberapa adat istiadat atau tradisi yang dianut masyarakat desa terpencil seringkali bertentangan dengan prinsip kesehatan ibu dan anak. Contohnya seperti penolakan terhadap imunisasi, penggunaan pengobatan tradisional yang berpotensi membahayakan ibu dan anak, dan berbagai praktik lainnya. Pemikiran masyarakat ini menjadi tantangan tersendiri yang harus diatasi oleh bidan desa. Bidan dituntut untuk melakukan pendekatan yang lembut dan bijaksana demi menggeser paradigma masyarakat ke arah yang lebih baik di kemudian hari.
4. Kesulitan Jaringan Komunikasi
Masalah konektivitas jaringan di desa Tumbang Mangkutup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah merupakan kendala besar yang harus dihadapi bidan desa. Sebab di daerah ini, sinyal atau akses jaringan sangat sulit ditemukan, bahkan bisa jadi tidak ada sama sekali. Bahkan bidan hanya bergantung sepenuhnya pada layanan WiFi Starlink yang sangat jarang tersedia. Alhasil, membuat bidan kesulitan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan puskesmas, rumah sakit atau dokter saat keadaan mendesak. Akses jaringan yang kurang memadai ini menyulitkan bidan untuk memperoleh bantuan dengan cepat.
Itulah beberapa rintangan dan kendala yang kerap menimpa bidan di lingkungan Desa Tumbang Mangkutup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Di daerah pedalaman, peran bidan sangat menentukan dalam membentuk atau memelihara derajat kesehatan warga sekitar. Dukungan dari berbagai pihak, khususnya dari pemerintah dan sesama tenaga kesehatan, sangatlah dibutuhkan agar kualitas pelayanan yang diberikan bisa mencapai titik optimal.
Opini ini disampaikan oleh: Anggota Ikatan Bidan Indonesia

Posting Komentar