Pasar Bergairah Tapi 184 Saham Loyo, Multipolar Technology Jadi Korban Koreksi Terdalam

Pasar Bergairah Tapi 184 Saham Loyo, Multipolar Technology Jadi Korban Koreksi Terdalam

JAKARTA - Kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis dalam satu pekan terakhir. Meski mayoritas instrumen investasi bergerak di zona hijau berkat sentimen positif pasar, tekanan jual yang masif nyatanya tidak dapat dihindari oleh sejumlah emiten. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ratusan saham terpaksa menelan pil pahit setelah harganya terkoreksi cukup dalam dan menempati jajaran papan bawah perdagangan.

Berdasarkan data rangkuman perdagangan untuk periode pekan ini, yakni 15 hingga 19 Juni 2026, tercatat ada 184 emiten saham yang mengalami tekanan jual signifikan. Dari jumlah tersebut, koreksi terdalam melanda sektor teknologi dan perbankan yang selama ini menjadi salah satu motor penggerak aktivitas pasar.

Dalam laporan resmi pasar modal yang dihimpun oleh jurnalis Okezone, Iqbal Dwi Purnama, pada hari Sabtu, 20 Juni 2026, PT Bursa Efek Indonesia membeberkan daftar emiten yang mencatatkan penurunan harga paling ekstrem sepanjang minggu ini.

"Saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) resmi menjadi saham dengan pelemahan terdalam alias top loser sepekan setelah terkoreksi sebesar 19,18 persen, membuat harganya merosot dari Rp20.200 menjadi Rp16.325 per lembar saham. Menyusul di posisi kedua, saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) juga mengalami tekanan berat dengan penurunan sebesar 16,15 persen ke level Rp2.700. Di peringkat ketiga, saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) ikut melemah sebesar 15,86 persen dari posisi pekan lalu di Rp9.300 menjadi Rp7.825," urai Iqbal Dwi Purnama dalam catatan laporan resminya.

Selain ketiga emiten besar di atas, tekanan jual juga menyeret beberapa saham lainnya ke zona merah, termasuk TRIN yang anjlok 14,04 persen, ASPR turun 12,50 persen, serta TMPO yang terkoreksi 12,31 persen. Menariknya, penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang sebenarnya bergerak merata ke arah penguatan, di mana sebanyak 398 saham tercatat berhasil menguat lebih dari 2 persen. Bagi para investor, koreksi tajam pada saham-saham likuid seperti MLPT dan BNLI ini menjadi alarm penting untuk kembali mencermati arah sentimen teknikal bursa pada pembukaan pekan depan.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Pasar Bergairah Tapi 184 Saham Loyo, Multipolar Technology Jadi Korban Koreksi Terdalam
  • Pasar Bergairah Tapi 184 Saham Loyo, Multipolar Technology Jadi Korban Koreksi Terdalam
  • Pasar Bergairah Tapi 184 Saham Loyo, Multipolar Technology Jadi Korban Koreksi Terdalam
  • Pasar Bergairah Tapi 184 Saham Loyo, Multipolar Technology Jadi Korban Koreksi Terdalam
  • Pasar Bergairah Tapi 184 Saham Loyo, Multipolar Technology Jadi Korban Koreksi Terdalam
  • Pasar Bergairah Tapi 184 Saham Loyo, Multipolar Technology Jadi Korban Koreksi Terdalam

Posting Komentar