Update Harga Pangan Nasional: Bawang Merah Mulai Jinak, Cabai Rawit Merah Kian Pedas Nyaris Tembus Rp80 Ribu
JAKARTA - Pergerakan harga sejumlah komoditas pangan pokok di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan tren yang fluktuatif alias tidak menentu. Di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan harian, para ibu rumah tangga dan pedagang pasar tradisional harus memutar otak lantaran beberapa komoditas dapur mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, sementara beberapa komoditas lainnya justru mulai berangsur turun.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, komoditas hortikultura seperti kelompok cabai-cabaian kembali mendominasi lonjakan harga akibat faktor cuaca di daerah sentra produksi yang memengaruhi kuantitas panen. Di sisi lain, pasokan bawang yang sempat tersendat kini perlahan mulai melimpah sehingga harganya sedikit melandai.
Dalam laporan resmi pergerakan harga pangan yang dihimpun oleh jurnalis Okezone, Iqbal Dwi Purnama, pada hari Sabtu, 20 Juni 2026, Badan Pangan Nasional (Bapanas) merilis rincian terbaru mengenai rata-rata harga eceran nasional untuk sejumlah barang kebutuhan pokok.
"Berdasarkan data panel harga harian, harga bawang merah tingkat eceran nasional mencatatkan penurunan sebesar 1,56 persen atau turun Rp850 menjadi Rp53.650 per kilogram. Namun, kondisi kontras terjadi pada cabai rawit merah yang harganya justru melonjak naik sebesar 3,11 persen atau bertambah Rp2.300, membuat komoditas pedas ini menyentuh angka Rp76.300 per kilogram. Sementara itu, untuk harga cabai merah keriting terpantau relatif stabil di kisaran Rp54.200 per kilogram," papar Iqbal Dwi Purnama dalam catatan laporan resminya.
Selain kelompok sayuran dan bumbu dapur, laporan Bapanas juga menunjukkan adanya fluktuasi pada sektor protein dan karbohidrat. Harga daging ayam ras sedikit terkoreksi ke angka Rp38.100 per kilogram, sedangkan telur ayam ras naik tipis ke level Rp31.200 per kilogram. Untuk komoditas pangan utama, harga beras premium masih bertahan tinggi di rata-rata Rp16.400 per kilogram. Pemerintah melalui dinas terkait di berbagai daerah diimbau untuk terus melakukan penetrasi pasar dan menggelar operasi pasar murah guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah fluktuasi harga ini.

Posting Komentar