Banjir Dahsyat di Nepal, 157 Jenazah Ditemukan dan Ratusan Orang Hilang
- account_circle Abraham Deandra Siahaan
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Banjir Dahsyat di Nepal, 157 Jenazah Ditemukan dan Ratusan Orang Hilang
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta — Banjir bandang menerjang wilayah Nepal yang berbatasan dengan Tibet dan menimbulkan kerusakan besar. Kepolisian Nepal melaporkan telah menemukan 157 jenazah, sementara ratusan orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya.
Bencana tersebut menghantam sejumlah permukiman dengan material banjir berupa air, lumpur, dan puing dalam jumlah besar. Sejumlah rekaman kamera pengawas memperlihatkan warga berlari menyelamatkan diri ketika arus deras menerjang kawasan tersebut. Kendaraan seperti truk dan bus turut terseret oleh kuatnya aliran banjir.
Perdana Menteri Nepal Balendra Shah menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang terdampak. Ia memastikan pemerintah tetap berada di tengah masyarakat untuk memberikan bantuan selama proses penanganan bencana.
“Rasa sakit dan kehilangan yang Anda alami tidaklah kecil,” kata Shah dalam pernyataannya di media sosial.
Ia juga menegaskan pemerintah akan mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Ratusan Wisatawan Belum Ditemukan
Dampak bencana juga dirasakan oleh wisatawan yang berada di kawasan terdampak. Kementerian Pariwisata Nepal mencatat sekitar 403 wisatawan belum diketahui keberadaannya beberapa jam setelah banjir terjadi.
Dari jumlah tersebut, 341 orang merupakan warga negara asing. Dewan Pariwisata Nepal menyebut 142 di antaranya adalah warga India. Wisatawan lain yang dilaporkan belum ditemukan berasal dari Australia, Inggris, Malaysia, Belanda, Portugal, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Kepala Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) untuk Nepal, David Fisher, menggambarkan skala kerusakan di lokasi bencana cukup parah. Menurut dia, sejumlah desa dan kawasan pasar tersapu banjir.
IFRC juga menyalurkan berbagai kebutuhan darurat kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut antara lain berupa selimut, perlengkapan pertolongan pertama, tandu, dan kantong jenazah.
Media lokal Nepal, Kantipur, melaporkan 157 jenazah yang telah ditemukan tersebar di sejumlah distrik. Sebanyak 64 jenazah ditemukan di Chitwan, 27 di Dhading, 22 di Nawalparasi Timur, 19 di Gorkha, 13 di Nuwakot, sembilan di Tanahun, dan tiga di Rasuwa.
Petugas kepolisian bersama tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap warga yang hilang. Evakuasi juga dilakukan di sejumlah distrik yang berada dalam ancaman banjir untuk memindahkan warga ke lokasi yang lebih aman.
Pilot Ceritakan Dahsyatnya Gelombang Banjir di Nepal
Dahsyatnya banjir juga terlihat dari kesaksian pilot helikopter yang berada di sekitar lokasi ketika bencana terjadi.
Pilot bernama Aman Budathoki mengatakan dirinya sempat melihat debu membubung dari arah sungai sekitar lima menit sebelum helikopternya mendarat. Pada awalnya, kondisi tersebut dikira sebagai tanah longsor atau aktivitas pembangunan yang dilakukan oleh militer.
Namun, perkiraan itu berubah dalam hitungan detik. Dari udara, Budathoki melihat aliran air berwarna gelap bercampur material puing bergerak dengan kecepatan tinggi.
Menurut kesaksiannya, gelombang air yang menerjang kawasan tersebut diperkirakan mencapai ketinggian lima hingga enam meter. Pohon berukuran besar dan sejumlah kendaraan terlihat terseret arus.
Budathoki bersama timnya kemudian berputar di atas sejumlah desa untuk melihat kondisi dari udara dan memperkirakan tingkat kerusakan akibat banjir.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Petugas juga terus melakukan evakuasi terhadap warga yang berada di kawasan berisiko, sementara jumlah korban dan orang yang belum ditemukan masih dapat berubah seiring berlangsungnya proses pencarian.
Penulis Abraham Deandra Siahaan
Saya Abraham Deandra Siahaan penulis Profesional situs TheRefinedPost.com yang sudah puluhan tahun mempunyai latar belakang dalam menulis Jurnal Ilmiah dan Artikel Berita. Berbagai tulisan telah saya terbitkan dan masuk dalam kategori top Google.

Saat ini belum ada komentar