BMKG: Asap Karhutla Kalimantan Berpotensi Menyebar ke Negara Tetangga
- account_circle Abraham Deandra Siahaan
- calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Karhutla (Foto: Dok BNPB)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA — Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan berpotensi terbawa hingga ke wilayah negara tetangga. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan pola angin musiman yang dapat membawa partikel asap melintasi batas negara.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan pergerakan asap lintas batas merupakan fenomena yang dipengaruhi kondisi atmosfer, khususnya arah dan pola angin yang berlangsung secara berkala.
“Karena terbawa angin,” ujar Ardhasena, Senin (24/8/2026).
Ia menjelaskan, pola angin musiman yang terjadi secara rutin dapat mengarahkan asap dari wilayah Indonesia menuju kawasan di luar negeri.
“Angin musiman yang rutin terjadi,” katanya.
Untuk mengurangi dampak asap akibat karhutla, Ardhasena mengatakan penanganan dan koordinasi dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Asap Karhutla Kalimantan Berpotensi Menyebar ke Negara Tetangga
BNPB sebelumnya mengajak negara-negara di kawasan, termasuk Malaysia dan Singapura, mengutamakan kerja sama dalam menghadapi potensi dampak asap lintas batas. Pendekatan tersebut dinilai lebih penting daripada saling menyalahkan ketika karhutla terjadi.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Berton Pandjaitan mengatakan kebakaran hutan dan lahan merupakan persoalan yang tidak terikat batas administrasi ataupun batas negara. Karena itu, pengendaliannya membutuhkan upaya bersama.
“Pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas,” kata Berton, Minggu (23/8/2026).
Menurut Berton, pemerintah memahami kekhawatiran negara-negara tetangga mengenai kemungkinan meluasnya dampak asap. Di sisi lain, Indonesia telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk menekan kebakaran di sejumlah wilayah.
“Indonesia saat ini sudah melakukan upaya secara optimal dan mengerahkan sumber daya yang sangat besar untuk mengendalikan karhutla,” ujarnya.
Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah metode, antara lain pemadaman dari darat, patroli udara, water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta penambahan personel TNI-Polri yang bekerja bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
Penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan juga menjadi bagian dari penanganan karhutla.
BNPB mencatat 52 pesawat telah dikerahkan untuk mendukung operasi penanganan karhutla di enam provinsi prioritas. Sebanyak 30 pesawat ditempatkan di wilayah Kalimantan, sedangkan 22 lainnya beroperasi di Sumatera.
Pemerintah turut menambah dukungan dari unsur TNI Angkatan Udara untuk memperkuat pengendalian kebakaran di Kalimantan.
Berton mengatakan pengendalian api dari sumber kebakaran menjadi prioritas karena langkah tersebut dinilai dapat menekan produksi asap sekaligus mengurangi kemungkinan dampaknya meluas ke wilayah negara lain.
“Fokus kita saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan,” kata Berton.
Penulis Abraham Deandra Siahaan
Saya Abraham Deandra Siahaan penulis Profesional situs TheRefinedPost.com yang sudah puluhan tahun mempunyai latar belakang dalam menulis Jurnal Ilmiah dan Artikel Berita. Berbagai tulisan telah saya terbitkan dan masuk dalam kategori top Google.

Saat ini belum ada komentar