BNPB Konfirmasi Korban Jiwa Gempa Sulteng Bertambah, Tim Gabungan Fokus Evakuasi Darurat
PALU – Korban jiwa akibat guncangan gempa bumi bermagnitudo (M) 6,7 yang melanda wilayah Sulawesi Tengah dilaporkan kembali bertambah. Berdasarkan data pemutakhiran terbaru dari lapangan, jumlah warga yang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana alam tersebut kini tercatat menjadi 3 orang.
Kenaikan jumlah korban jiwa ini dikonfirmasi langsung oleh pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam konferensi pers perkembangan situasi pasca-gempa pada Kamis, 18 Juni 2026.
Dalam keterangan resminya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memaparkan detail penambahan korban meninggal dunia serta kondisi penanganan darurat yang sedang berjalan di lokasi terdampak.
"Korban meninggal akibat gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah bertambah menjadi tiga orang. Satu korban tambahan baru saja ditemukan oleh tim pencarian dan pertolongan di bawah reruntuhan bangunan," ujar Abdul Muhari dalam pernyataan resminya kepada media.
Selain korban meninggal dunia, BNPB juga mencatat puluhan warga lainnya mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan yang roboh saat gempa kuat itu mengguncang. Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, SAR, TNI, Polri, dan relawan masih terus bersiaga di lokasi untuk melakukan penyisiran, mendirikan tenda pengungsian darurat, serta menyalurkan bantuan logistik utama bagi warga terdampak.
Pihak BNPB mengimbau masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, namun meminta agar warga tidak panik dan menghindari bangunan yang kondisinya sudah retak atau tidak stabil demi keselamatan bersama.

Posting Komentar