Turun ke Jalan Temui Pendemo di Patung Kuda, Wapres Gibran Tampung Aspirasi Sambil Shalat Berjamaah dengan Mahasiswa
JAKARTA — Sebuah pemandangan menarik terjadi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memilih langsung turun ke jalan untuk menemui massa mahasiswa yang tengah menggelar aksi unjuk rasa. Tidak sekadar menerima dokumen tuntutan, momen ini juga diwarnai dengan ruang dialog yang cukup hangat hingga pelaksanaan ibadah bersama.
Dalam pertemuan tersebut, Gibran duduk bersama perwakilan mahasiswa guna membahas sejumlah isu nasional yang krusial. Beberapa poin penting yang menjadi pembahasan di antaranya adalah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Koperasi Desa Merah Putih, sektor pendidikan, revisi beberapa regulasi, hingga percepatan pembangunan di wilayah-wilayah tertinggal.
Suasana unjuk rasa yang biasanya tegang pun mencair ketika waktu shalat tiba. Wakil Presiden bersama dengan para mahasiswa pendemo menyempatkan diri untuk melaksanakan ibadah shalat berjamaah di lokasi, mencerminkan sisi humanis di tengah penyampaian aspirasi politik.
Artikel ini diterbitkan secara resmi pada hari Selasa, 16 Juni 2026, yang merangkum rangkaian peristiwa yang berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026 kemarin.
Terkait dengan aksi dialog langsung ini, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden memberikan keterangan resmi mengenai langkah yang diambil oleh Wapres. Pihak Istana menegaskan bahwa kehadiran Wapres di tengah massa adalah bentuk komitmen pemerintah untuk selalu membuka pintu komunikasi dan mendengarkan keluhan langsung dari masyarakat, khususnya elemen mahasiswa.
"Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menemui mahasiswa yang demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin 15 Juni 2026. Gibran membahas sejumlah isu nasional bersama perwakilan mahasis
Setelah pertemuan usai, pihak mahasiswa memberikan tenggat waktu selama lima hari kepada pemerintah untuk merealisasikan serta menindaklanjuti tuntutan-tuntutan yang telah disepakati dalam dialog tersebut. Kendati demikian, pihak Istana juga memberikan catatan bahwa pertemuan ini berfokus pada penyerapan aspirasi dan penyamaan pemahaman, tanpa adanya ikatan kesepakatan tertulis yang instan. Pihak berwenang menyatakan akan meneruskan dan mengoordinasikan poin-poin aspirasi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto demi keberlanjutan kebijakan ke depan.

Posting Komentar