Ad
Ad

Dugaan "Lembaga Berbintang" Rayu Mantan Bos BEM UGM dengan Proyek Miliaran, TNI Buka Suara

Dugaan "Lembaga Berbintang" Rayu Mantan Bos BEM UGM dengan Proyek Miliaran, TNI Buka Suara

JAKARTA – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh pengakuan mengejutkan dari mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM). Dalam sebuah diskusi publik baru-baru ini, ia mengaku pernah didatangi dan diiming-imingi proyek bernilai miliaran rupiah oleh pihak yang mengklaim berasal dari "lembaga berbintang". Istilah ini secara luas diasosiasikan publik dengan institusi militer atau keamanan negara.

Menurut penuturannya, tawaran menggiurkan tersebut datang di masa-masa kritis saat BEM UGM sedang gencar-gencarnya melayangkan kritik tajam terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. Ia menduga, proyek fantastis itu disodorkan sebagai upaya halus untuk "menjinakkan" atau meredam suara kritis mahasiswa.

"Polanya halus sekali. Kami tidak diancam, tapi justru dirangkul dengan fasilitas dan peluang bisnis yang nilainya tidak sedikit. Tujuannya jelas, agar idealisme kami goyah," ujarnya dalam forum tersebut.

Mabes TNI Angkat Bicara

Merespons bola liar yang menggelinding di tengah publik, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) segera memberikan klarifikasi. Pihak TNI meminta semua pihak untuk tidak langsung berspekulasi atau mengaitkan istilah "lembaga berbintang" tersebut dengan institusi mereka tanpa bukti yang valid.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI menegaskan bahwa TNI adalah institusi profesional yang bergerak di bidang pertahanan negara, dan tidak memiliki tupoksi ataupun anggaran untuk membagikan proyek komersial kepada warga sipil, terlebih dengan tujuan membungkam suara kritis.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berasumsi liar. Jika memang ada oknum yang membawa-bawa nama institusi atau menggunakan atribut tertentu untuk menjanjikan sesuatu yang di luar kewenangan TNI, silakan laporkan secara resmi beserta buktinya," ujar Kapuspen dalam keterangan persnya di Jakarta.

Pentingnya Pembuktian dan Transparansi

Pihak TNI juga menambahkan bahwa di era keterbukaan informasi seperti sekarang, klaim sepihak tanpa disertai bukti otentik justru berpotensi menimbulkan kegaduhan dan mencoreng nama baik lembaga negara. TNI menyatakan sangat terbuka terhadap kritik yang membangun dan menghormati kebebasan berpendapat yang merupakan hak setiap warga negara, termasuk mahasiswa.

Hingga berita ini diturunkan, mantan Ketua BEM UGM tersebut belum merinci lebih lanjut mengenai nama oknum maupun kronologi detail pertemuan yang dimaksud. Namun, isu ini terlanjur memantik diskusi hangat di kalangan pengamat politik dan hukum terkait ruang demokrasi dan cara-cara yang digunakan untuk menghadapi kelompok oposisi sipil.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Dugaan "Lembaga Berbintang" Rayu Mantan Bos BEM UGM dengan Proyek Miliaran, TNI Buka Suara
  • Dugaan "Lembaga Berbintang" Rayu Mantan Bos BEM UGM dengan Proyek Miliaran, TNI Buka Suara
  • Dugaan "Lembaga Berbintang" Rayu Mantan Bos BEM UGM dengan Proyek Miliaran, TNI Buka Suara
  • Dugaan "Lembaga Berbintang" Rayu Mantan Bos BEM UGM dengan Proyek Miliaran, TNI Buka Suara
  • Dugaan "Lembaga Berbintang" Rayu Mantan Bos BEM UGM dengan Proyek Miliaran, TNI Buka Suara
  • Dugaan "Lembaga Berbintang" Rayu Mantan Bos BEM UGM dengan Proyek Miliaran, TNI Buka Suara

Posting Komentar

Ad
Ad
Ad