Hujan Batu di Senayan, Massa Tolak Pengosongan Hotel Sultan hingga Puluhan Aparat Terluka
JAKARTA – Proses eksekusi pengosongan lahan eks Hotel Sultan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, berakhir ricuh setelah massa yang menduduki area tersebut nekat mengamuk dan melawan petugas. Massa yang menolak pengosongan melancarkan aksi pelemparan batu ke arah aparat keamanan yang berjaga di lokasi kejadian. Akibat bentrokan brutal ini, sebanyak 27 personel TNI dan Polri dilaporkan mengalami luka-luka.
Pihak kepolisian langsung memberikan keterangan resmi terkait insiden berdarah ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan adanya puluhan korban luka dari pihak aparat saat memberikan pernyataan kepada awak media pada Kamis, 18 Juni 2026.
"Dalam hal ini, ada 27 petugas yang terluka, terdiri dari Polri ada 26 petugas yang luka ringan akibat lemparan batu dari massa yang berada menduduki area eksekusi. Dari TNI satu terluka di bagian pelipis," ujar Budi merinci kondisi para korban di lapangan.
Tak hanya dari kalangan aparat, Budi juga menyebutkan ada dua orang warga sipil yang ikut menjadi korban luka di tengah situasi yang tidak kondusif tersebut. Seluruh korban, baik dari pihak TNI-Polri maupun masyarakat, langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Buntut dari aksi anarkis ini, aparat bergerak cepat menyisir area dan mengamankan puluhan orang yang diduga kuat menjadi provokator atau pihak yang mencoba menghalangi jalannya eksekusi sah tersebut.
"Kami mengamankan saat ini ada 69 orang, dan mungkin masih bisa bertambah orang-orang yang mencoba menghalangi proses eksekusi," tegas Budi.
Pihak Polda Metro Jaya menyayangkan terjadinya kericuhan ini. Budi menegaskan bahwa tim di lapangan sebenarnya sudah menjalankan seluruh prosedur penertiban secara bertahap dan sesuai aturan. Sebelum gesekan pecah, pihak panitera telah membacakan surat penetapan penyitaan secara resmi. Petugas juga sempat mengedepankan pendekatan persuasif serta humanis, meminta massa membubarkan diri dengan baik, sebelum akhirnya situasi memanas akibat penolakan keras dari kelompok massa tersebut.

Posting Komentar