Kirim Foto Berlumur Darah Sebelum Pingsan, Kasir PT MPT Jadi Korban Keganasan Perampok
PELALAWAN - Aksi perampokan sangat keji menimpa seorang karyawati perempuan di Kantor Pencairan SPB TBS PT Malika Putri Tunggal (MPT) yang berlokasi di Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan. Korban yang diketahui bernama Putriani Tamba (25) yang bekerja sebagai kasir, harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis setelah dianiaya secara brutal oleh pelaku.
Peristiwa mengerikan ini terjadi pada hari Rabu, 17 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban tengah menjalankan tugasnya seorang diri di dalam kantor perusahaan kelapa sawit tersebut. Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal masuk ke ruangan dan langsung menyergap serta membekap korban. Meski korban sempat berupaya melakukan perlawanan, pelaku yang gelap mata secara kejam menghujamkan senjata tajam berulang kali ke tubuh korban yang sudah tidak berdaya.
Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Bayu Ramadhan Effendi, memberikan keterangan resminya terkait penanganan kasus sadis tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP), pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa korban menderita puluhan luka tusuk dan pelaku membawa kabur uang operasional milik perusahaan.
"Korban mengalami sekitar 22 hingga 27 luka tusukan mulai dari bagian kepala hingga ke anggota tubuh lainnya. Saat ini korban sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena kondisinya kritis. Selain menganiaya korban, pelaku juga menggasak uang tunai milik perusahaan sebesar Rp76.184.860," jelas AKP Bayu Ramadhan dalam keterangannya kepada awak media.
Kejadian ini terungkap setelah korban yang dalam keadaan terluka parah dan bersimbah darah, masih sempat menguatkan diri mengirimkan pesan darurat berupa foto selfie dirinya ke grup WhatsApp rekan kerjanya untuk meminta tolong. Rekan korban yang melihat pesan mengerikan itu langsung bergegas menuju kantor PT MPT bersama warga sekitar dan mendapati korban sudah terkulai setengah sadar di lantai yang dipenuhi bercak darah.
Pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan. Berbekal rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian dan keterangan para saksi, aparat Polres Pelalawan berhasil melacak posisi perampok sadis tersebut dan membekuknya dalam waktu singkat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Posting Komentar