Kurangi Ketergantungan Dolar, BI Ungkap Nilai Kerja Sama LCT RI-China Cetak Rekor Baru
JAKARTA – Ketergantungan Indonesia terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dalam aktivitas perdagangan internasional terus mengalami penurunan yang signifikan. Penggunaan kerja sama transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan China dilaporkan terus mencetak tren positif dengan nilai yang menembus angka fantastis sebesar Rp231,3 triliun.
Pencapaian besar dalam diversifikasi mata uang dagang ini dikonfirmasi langsung oleh pihak Bank Indonesia (BI) dalam rilis perkembangan indikator moneter dan makroprudensial terbaru pada Kamis, 18 Juni 2026.
Melalui keterangan resminya, Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia memberikan perincian mengenai realisasi angka LCT RI-China yang terus melonjak tajam tersebut sebagai bukti makin tingginya kepercayaan para pelaku usaha di kedua negara.
"Realisasi penggunaan transaksi mata uang lokal (LCT) antara Indonesia dan China saat ini telah berhasil menembus angka Rp231,3 triliun. Ini menunjukkan implementasi LCT makin luas dan efektif mengurangi ketergantungan pada dolar AS," sebut pihak Bank Indonesia dalam rilis resminya.
Pihak BI menjelaskan bahwa adopsi LCT tidak hanya menekan biaya transaksi perdagangan melalui konversi langsung rupiah-yuan, tetapi juga memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari gejolak ketidakpastian pasar global. Dengan efisiensi yang ditawarkan, jumlah pelaku usaha (skipping agent) yang beralih memanfaatkan skema LCT ini terus bertambah dari waktu ke waktu.
Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas jaringan kerja sama LCT dengan negara-negara mitra strategis lainnya di kawasan Asia dan global guna menciptakan ekosistem keuangan domestik yang lebih tangguh dan mandiri.

Posting Komentar