Sebelum Ikutan Pasang Tooth Gem yang Lagi Viral, Yuk Pahami Dulu Risikonya Bagi Email Gigi
TheRefinedPost - Dunia estetika dan mode memang tidak pernah kehabisan ide untuk membuat seseorang tampil beda. Setelah tren tindik dan tato tubuh, kini giliran area senyuman yang menjadi kanvas kreativitas. Jika Anda sering berselancar di media sosial belakangan ini, Anda pasti menyadari ada tren estetika yang sedang naik daun: tooth gem, yaitu pemasangan perhiasan kecil berbentuk kristal, permata, atau emas yang ditempelkan langsung pada permukaan gigi depan.
Tren yang awalnya populer di era 90-an ini kembali meledak pada Juni 2026 berkat pengaruh para pesohor dunia dan idol K-Pop yang memamerkan senyum berkilau mereka di depan kamera. Kilauan kecil setiap kali seseorang berbicara atau tersenyum memang memberikan kesan estetik, berani, dan sangat personal. Tidak heran jika banyak anak muda di berbagai sudut kota, mulai dari kota besar hingga di tempat bersantai kita di Palangkaraya, mulai berbondong-bondong mendatangi studio kecantikan untuk menghias gigi mereka.
Namun, di balik estetika visual yang memikat itu, muncul satu pertanyaan besar dari sisi medis: apakah menempelkan benda asing dengan lem di permukaan gigi itu benar-benar aman dalam jangka panjang?
Secara teknis, pemasangan tooth gem yang ideal sebenarnya tidak melibatkan pengeboran atau pelubangan struktur gigi. Permata tersebut hanya ditempelkan menggunakan bahan perekat khusus medis—mirip dengan lem yang digunakan untuk memasang behel (kawat gigi). Kendati terlihat sederhana, proses ini menyimpan beberapa risiko kesehatan mulut yang wajib Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk ikutan tren ini:
Sarang Penumpukan Plak dan Sisa Makanan: Permata yang menonjol di permukaan gigi menciptakan sudut-sudut sempit yang sulit dijangkau oleh bulu sikat gigi biasa. Jika sisa makanan terjebak di sekitar sela-sela permata, bakteri akan berkembang biak dengan cepat, memicu penumpukan plak, dan berujung pada pembusukan gigi (karies).
Kerusakan Email Gigi: Proses penempelan biasanya membutuhkan teknik pengikisan asam ringan pada lapisan terluar gigi (email) agar lem bisa merekat kuat. Jika pemasangan dilakukan oleh pihak yang tidak profesional—seperti di salon kecantikan non-medis—proses ini bisa mengikis email gigi secara berlebihan dan memicu rasa ngilu yang sensitif.
Risiko Tertelan atau Terhirup: Jika lem yang digunakan berkualitas rendah atau proses pengeringannya tidak sempurna, perhiasan kecil tersebut berisiko lepas saat Anda mengunyah makanan keras. Risiko terburuknya adalah kristal tersebut tidak sengaja tertelan atau, lebih bahaya lagi, terhirup ke dalam saluran pernapasan.
"Gigi kita memiliki lapisan pelindung alami yang sangat sensitif. Menggunakan bahan kimia non-medis atau memercayakan pemasangan tooth gem pada oknum salon yang tidak bersertifikasi bisa memicu kerusakan email permanen. Jika memang ingin tampil berkilau, pastikan prosesnya dikerjakan oleh dokter gigi yang paham struktur jaringan mulut," ujar seorang dokter spesialis konservasi gigi dalam sebuah diskusi kesehatan gigi pada Minggu, 14 Juni 2026.
Ekspresi diri melalui penampilan tentu saja sah-sah saja untuk dicoba. Namun, kesehatan organ tubuh jangka panjang tetap harus menjadi prioritas utama. Jika Anda tetap bersikeras ingin memasang tooth gem, pastikan untuk selalu memilih klinik dokter gigi resmi, hindari memasang permata yang terlalu besar, dan tingkatkan kebersihan mulut dengan menggunakan benang gigi (dental floss) serta rutin melakukan pemeriksaan berkala. Senyum yang indah bukan hanya tentang seberapa berkilau hiasannya, melainkan seberapa sehat gigi di baliknya.
.jpg)
Posting Komentar