Bos Maktour Absen Pemeriksaan Kuota Haji, Kuasa Hukum Minta Jadwal Ulang Alasan Kesehatan
JAKARTA – Gelombang protes mahasiswa kembali memadati depan gerbang parlemen. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Jakarta mulai menyemut dan mengepung Gedung DPR RI, Senayan. Dengan mengenakan almamater kebanggaan masing-masing yang didominasi warna hijau dan biru, mereka menyuarakan penolakan keras terhadap kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilai mencekik masyarakat kecil.
Aksi unjuk rasa yang memadati jalur utama ini berlangsung pada hari Senin, 15 Juni 2026. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, massa aksi mulai berdatangan dan merapatkan barisan di depan gerbang utama kompleks parlemen sejak sore hari, sekitar pukul 15.45 WIB. Pergerakan ratusan mahasiswa ini turut dikawal oleh satu unit mobil komando yang menjadi pusat orasi dan komando massa.
Kebijakan mendadak dari pemerintah menjadi pemicu utama kemarahan para mahasiswa. Penyesuaian tarif energi yang dirasa terlalu ekstrem dinilai tidak berpihak pada kondisi riil ekonomi masyarakat saat ini.
"Tuntutan kita jelas, pertama adalah menurunkan harga BBM! Karena menurut kami sangat tidak etis, bagaimana bisa dalam waktu satu malam saja pemerintah menaikkan harga BBM sebesar Rp4 ribu lebih," teriak salah satu orator dengan lantang dari atas mobil komando, yang langsung disambut riuh sorakan setuju dari massa aksi.
Selain menuntut pembatalan kenaikan tarif BBM, massa dari BEM SI Jakarta ini juga bergabung dekat dengan mobil komando dari Aliansi Cipayung Menggugat yang membawa beberapa poin maklumat serupa untuk disampaikan kepada para wakil rakyat di dalam gedung Senayan.
Akibat adanya konsentrasi massa di depan gerbang parlemen, situasi arus lalu lintas di Jalan Jenderal Gatot Subroto yang mengarah ke Slipi terpantau mengalami ketersendatan yang cukup panjang sejak sore hari. Pengendara diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan di sekitar area unjuk rasa. Hingga berita ini diturunkan, massa mahasiswa masih terus bergantian menyampaikan orasinya di atas mobil komando dengan pengawalan dari aparat keamanan.

Posting Komentar