Ratusan Rumah di Parigi Moutong Terendam Banjir, BNPB Minta Warga Siaga Ancaman Cuaca Ekstrem
PARIGI MOUTONG — Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sulawesi Tengah sejak beberapa hari terakhir memicu luapan sungai dan merendam ratusan pemukiman warga. Ketidakberdayaan infrastruktur drainase dalam menampung debit air membuat banjir luapan setinggi lutut hingga dada orang dewasa menggenangi kawasan pemukiman dalam waktu singkat.
Banjir bandang yang datang secara mendadak ini mulai menerjang kawasan pemukiman pada Sabtu malam, 13 Juni 2026, saat sebagian besar warga bersiap untuk beristirahat. Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, sedikitnya ada tiga kecamatan yang terdampak paling parah, dengan total rumah yang terendam mencapai lebih dari 350 unit. Selain merusak perabotan rumah tangga, air luapan yang membawa material lumpur dan ranting pohon juga memutus beberapa akses jalan desa.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk melakukan evakuasi, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil. Hingga Minggu, 14 Juni 2026, petugas gabungan masih bersiaga di lokasi untuk mendirikan tenda darurat dan dapur umum guna menyalurkan bantuan logistik kepada para pengungsi.
Pihak BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak lengah, mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi awan konvektif yang masih tebal di langit Sulawesi. Warga yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) diminta untuk meningkatkan ronda malam dan segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi jika hujan kembali turun dengan lebat selama lebih dari satu jam.
"Kami meminta warga Parigi Moutong untuk tetap berada dalam kondisi siaga satu. Potensi banjir susulan masih sangat tinggi karena serapan tanah sudah jenuh akibat hujan berhari-hari. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama," ujar juru bicara BNPB dalam keterangan resminya hari ini.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air di beberapa titik dilaporkan mulai berangsur surut, namun warga bersama petugas masih bahu-membahu membersihkan sisa-sisa lumpur tebal yang masuk ke dalam rumah. Belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Posting Komentar