Sering Merasa Mengantuk Usai Berhubungan Intim? Ternyata Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Reaksi Tubuh

Sering Merasa Mengantuk Usai Berhubungan Intim? Ternyata Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Reaksi Tubuh

JAKARTA - Banyak pasangan suami istri yang sering kali bertanya-tanya mengenai perubahan drastis pada energi tubuh mereka sesaat setelah menghabiskan waktu intim bersama. Salah satu fenomena yang paling umum terjadi adalah munculnya rasa kantuk yang luar biasa berat, hingga membuat salah satu atau kedua belah pihak langsung terlelap dengan cepat. Seringkali, kondisi ini dianggap sebagai bentuk rasa lelah fisik semata atau bahkan disalahartikan sebagai tanda kurangnya perhatian terhadap pasangan, padahal tubuh sebenarnya sedang merespons perubahan biologis yang kompleks.

Para ahli biologi dan kesehatan seksual menegaskan bahwa dorongan untuk segera beristirahat tersebut bukanlah hal yang sengaja dibuat-buat, melainkan sebuah respons alami tubuh yang diatur oleh sistem saraf pusat dan pelepasan zat kimia otak.

Dalam ulasan klinis mengenai kesehatan keluarga dan neurosains yang diterbitkan pada hari Rabu, 24 Juni 2026, diungkap secara gamblang bahwa ada mekanisme hormonal yang bekerja secara otomatis di dalam tubuh manusia begitu fase klimaks atau orgasme tercapai.

Dokter spesialis kesehatan seksual dan pakar medis yang mendalami perilaku biologis memberikan keterangan resmi asli untuk membedah secara ilmiah mengapa aktivitas intim tersebut efektif bertindak sebagai obat tidur alami bagi tubuh.

"Munculnya rasa kantuk yang kuat setelah seseorang berhubungan intim memiliki penjelasan ilmiah yang sangat solid dan berkaitan erat dengan ledakan produksi hormon di dalam otak. Saat mencapai orgasme, tubuh secara masif akan melepaskan kombinasi hormon penenang dan kebahagiaan, seperti oksitosin, prolaktin, endorfin, dan serotonin. Hormon prolaktin, khususnya, secara langsung menekan hormon dopamin yang bertanggung jawab menjaga kita tetap terjaga dan waspada. Selain itu, pada pria, pelepasan energi saat ejakulasi memicu otot-otot tubuh untuk melakukan relaksasi total secara instan. Kombinasi antara penurunan ketegangan saraf, rasa rileks secara emosional, dan dominasi hormon prolaktin inilah yang secara otomatis mengirimkan sinyal kuat ke otak untuk segera tidur. Jadi, ini adalah mekanisme biologis yang sangat sehat untuk pemulihan energi tubuh," urai dokter ahli tersebut dalam ulasan medisnya.

Lebih lanjut, ulasan ilmiah tersebut juga menambahkan bahwa minimnya paparan cahaya atau suasana kamar yang tenang setelah beraktivitas intim turut merangsang produksi hormon melatonin (hormon pengatur tidur) menjadi lebih optimal. Memahami sisi medis ini diharapkan dapat membantu setiap pasangan untuk saling mengerti kondisi biologis masing-masing tanpa harus memicu kesalahpahaman emosional, melainkan justru memanfaatkannya sebagai momentum untuk mendapatkan kualitas tidur yang lebih nyenyak dan restoratif demi menjaga kebugaran tubuh keesokan harinya.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Sering Merasa Mengantuk Usai Berhubungan Intim? Ternyata Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Reaksi Tubuh
  • Sering Merasa Mengantuk Usai Berhubungan Intim? Ternyata Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Reaksi Tubuh
  • Sering Merasa Mengantuk Usai Berhubungan Intim? Ternyata Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Reaksi Tubuh
  • Sering Merasa Mengantuk Usai Berhubungan Intim? Ternyata Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Reaksi Tubuh
  • Sering Merasa Mengantuk Usai Berhubungan Intim? Ternyata Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Reaksi Tubuh
  • Sering Merasa Mengantuk Usai Berhubungan Intim? Ternyata Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Reaksi Tubuh

Posting Komentar