13 Juli: Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Resmi Ditetapkan oleh Pemerintah
JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia secara resmi telah menetapkan Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang diperingati mulai hari ini, Senin (13/7/2026). Langkah hukum ini sah setelah diterbitkannya Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 135 Tahun 2026.
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menyatakan bahwa penetapan hari nasional baru ini diharapkan dapat menjadi momentum pengingat bagi seluruh elemen masyarakat bahwa bangsa Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman, prinsip toleransi, serta penghormatan penuh terhadap martabat setiap warga negara tanpa terkecuali.
“Negara hadir untuk memastikan setiap warga negara mempunyai ruang yang setara dalam menjalankan keyakinan, melestarikan tradisi, dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resminya.
Menurut Fadli, terbitnya keputusan menteri ini juga merupakan bentuk komitmen konkret dari pihak pemerintah dalam melayani serta memenuhi hak-hak konstitusional para penghayat kepercayaan di Indonesia.
“Semoga penetapan Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa ini bisa menjadi tonggak penting untuk memperkuat pengakuan, penghormatan, pelindungan, pemajuan kebudayaan nasional yang inklusif, berkelanjutan, serta memperkokoh persatuan Indonesia,” tambahnya.
Rekam Jejak Historis Sidang BPUPKI 1945
Dipilihnya tanggal 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa memiliki landasan sejarah yang kuat. Penentuan tanggal tersebut merujuk pada momen krusial saat diusulkannya frasa “dan Kepercayaannya” oleh tokoh bangsa, Mr. Wongsonegoro.
Usulan bersejarah tersebut dicetuskan dalam rangkaian sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) serta Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 13 Juli 1945.
Peristiwa politik-kebangsaan puluhan tahun silam itu dinilai menjadi tonggak awal sekaligus paling penting dalam sejarah pengakuan formal kelompok Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara di tanah air.

Posting Komentar