Kebut Transisi Energi Hijau, Presiden Prabowo Targetkan Konstruksi PLTS 17 GW Mulai Berjalan Tahun Ini

Kebut Transisi Energi Hijau, Presiden Prabowo Targetkan Konstruksi PLTS 17 GW Mulai Berjalan Tahun Ini

KARAWANG – Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bersiap menggebrak sektor energi baru terbarukan (EBT) melalui rencana ambisius berskala raksasa. Kepala Negara mengumumkan komitmen besar pemerintah untuk membangun infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas total mencapai 100 Gigawatt (GW). Sebagai langkah awal, pengerjaan proyek senilai masif ini akan segera dimulai tahun ini dengan target kapasitas 17 GW.

Rencana megah tersebut diproyeksikan untuk mengakselerasi kemandirian energi nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

"Kita akan bangun 100 gigawatt tenaga surya. 100 gigawatt. Tahun ini PLN akan mulai dengan 17 gigawatt tahun ini," tegas Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam peluncuran program B50 yang diselenggarakan di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, pada Kamis (9/7/2026).

Presiden Prabowo menargetkan proyek prestisius ini dapat rampung sepenuhnya dalam kurun waktu yang tergolong singkat, yakni dua tahun. Guna memastikan target tersebut bukan sekadar wacana di atas kertas, di sela-sela pidatonya, beliau secara langsung menodong dan menanyakan kesiapan jajaran menteri serta menko di kabinetnya yang turut hadir dalam acara tersebut.

"Bisa Pak Rosan? Bisa. Kok kurang keras, bisa? Bisa. Menteri Ekon, Menko bisa? Bisa. Menteri ESDM bisa? Saya tidak tanya laksanakan, akan bisa enggak, bisa lah ya," tanya Prabowo yang langsung dijawab dengan kesiapan oleh para pembantunya di kabinet.

Meskipun optimistis dengan target yang dipatok, Presiden Prabowo menyadari sepenuhnya bahwa cetak biru pembangunan PLTS 100 GW ini akan memicu gelombang keraguan di ruang publik. Beliau bahkan memprediksi rencana ekstrem ini bakal menuai kritik tajam hingga cibiran, terutama dari kalangan akademisi dan pengamat yang menyangsikan realisasinya secara teknis.

"Kita akan, kita akan dikenyek (diejek). Kita, saya kasih tahu siap-siap, kita akan dihujat. Pakar-pakar yang pintar-pintar itu akan bilang mana mungkin? Ya kan? Mana mungkin," pungkas Prabowo dengan nada menantang skeptisisme publik.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kebut Transisi Energi Hijau, Presiden Prabowo Targetkan Konstruksi PLTS 17 GW Mulai Berjalan Tahun Ini
  • Kebut Transisi Energi Hijau, Presiden Prabowo Targetkan Konstruksi PLTS 17 GW Mulai Berjalan Tahun Ini
  • Kebut Transisi Energi Hijau, Presiden Prabowo Targetkan Konstruksi PLTS 17 GW Mulai Berjalan Tahun Ini
  • Kebut Transisi Energi Hijau, Presiden Prabowo Targetkan Konstruksi PLTS 17 GW Mulai Berjalan Tahun Ini
  • Kebut Transisi Energi Hijau, Presiden Prabowo Targetkan Konstruksi PLTS 17 GW Mulai Berjalan Tahun Ini
  • Kebut Transisi Energi Hijau, Presiden Prabowo Targetkan Konstruksi PLTS 17 GW Mulai Berjalan Tahun Ini

Posting Komentar