BNPB Catat Rentetan Karhutla di Pulau Jawa, 8 Hektare Lahan Hangus Terbakar
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rentetan peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa pada akhir pekan ini. Insiden yang terjadi secara simultan pada Jumat, 10 Juli 2026 tersebut diperkirakan telah menghanguskan sekitar 8 hektare lahan vegetasi.
"Laporan pertama berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kebakaran terdeteksi sejak pukul 16.00 WIB di wilayah Desa Tatung, Kecamatan Balong," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/7/2026).
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan setempat langsung diterjunkan ke lokasi guna mengisolasi pergerakan api agar tidak merembet ke pemukiman warga. Luas lahan yang terdampak di kawasan ini mencapai 3 hektare.
"Melalui upaya terpadu, api akhirnya berhasil dipadamkan secara total pada Sabtu, 11 Juli 2026," lanjut Abdul Muhari.
Karhutla di Lumajang dan Banyumas
Hampir bersamaan pada hari Jumat sekitar pukul 17.00 WIB, kebakaran lahan juga dilaporkan melanda Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Lahan seluas 2 hektare di kawasan Desa Condro, Kecamatan Pasirian, hangus terbakar. BPBD Kabupaten Lumajang beserta unsur gabungan langsung melakukan pemadaman taktis dan berhasil menjinakkan api pada keesokan harinya.
Selain di Jawa Timur, karhutla pada hari yang sama juga melanda wilayah Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Banyumas. Kebakaran di daerah ini melanda dua titik berbeda, yakni Desa Pamijen di Kecamatan Sokaraja dan Desa Karangtalun Kidul di Kecamatan Purwojati.
"Total luas lahan yang terbakar di Banyumas mencapai 3 hektare, dengan rincian 2 hektare di Desa Pamijen dan 1 hektare di Desa Karangtalun Kidul. Api berhasil dipadamkan berkat respons cepat BPBD Kabupaten Banyumas bersama unsur terkait pada Sabtu kemarin," jelas Abdul Muhari.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pemantauan di lokasi-lokasi terdampak untuk mengantisipasi munculnya titik api baru (hotspot) akibat tiupan angin kencang di tengah musim kemarau.

Posting Komentar