Heboh Foto Keluarga Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Ikut Disita dalam Penggeledahan Brankas Rp476 Miliar di Sentul
JAKARTA – Jagat maya dihebohkan oleh rumor panas yang menyeret nama petinggi Korps Adhyaksa di tengah agresifnya operasi pemberantasan korupsi oleh kepolisian. Media sosial diramaikan dengan beredarnya foto sebuah dokumentasi keluarga yang disebut-sebut milik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Foto tersebut dikabarkan ikut diangkut oleh penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya saat menggeledah sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Jawa Barat.
Aksi penggeledahan dan penyitaan ini diketahui berkaitan erat dengan pengusutan tiga megaproyek dugaan korupsi kakap, yakni PLN Batu Bara, PT Asabri (Persero), dan PT Krakatau Steel, yang menjadi instruksi dan atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Merespons isu liar terkait kepemilikan foto keluarga Jampidsus tersebut, pihak kepolisian memilih bersikap hati-hati dan menyatakan bahwa seluruh materi barang bukti yang diamankan dari lapangan saat ini masih dalam proses identifikasi mendalam.
“Saat ini masih didalami, mohon waktu,” ungkap Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, saat memberikan keterangan di markas Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Kamis (9/7/2026).
Penyisiran Serentak di 12 Lokasi
Sebelum rumor ini mencuat, tim gabungan Polri bergerak masif melakukan penggeledahan di 12 lokasi strategis. Di titik pertama, yakni Kafe de'Clan Signature, petugas berhasil mengendus keberadaan brankas rahasia yang tersembunyi.
Setelah dibongkar, brankas tersebut terbukti menyimpan tumpukan uang tunai senilai SGD 3.130.000 dalam pecahan seratus dolar, USD 889.965, serta mata uang domestik sebesar Rp259.159.000. Jika dikonversikan secara akumulatif, nilai sitaan di kafe tersebut menembus angka Rp60 miliar.
Sementara itu, kejutan yang jauh lebih besar ditemukan tim penyidik saat merangsek masuk ke sebuah rumah klaster elite yang beralamat di Parahyangan Golf 2, Sentul. Irjen Totok Suharyanto mengungkapkan secara langsung bahwa di rumah tersebut, pihaknya lagi-lagi menemukan brankas raksasa yang terkunci rapat di sudut tersembunyi.
“Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kilogram emas batangan. Kemudian, USD 4.767.300. Kemudian SGD 14.083.800. Kemudian, Rp100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp476 miliar,” urai Totok merinci temuan fantastis tersebut.
Di samping tumpukan emas murni dan gepokan valuta asing, dari dalam rumah di Sentul tersebut polisi juga mengamankan bundelan dokumen krusial, beberapa unit telepon genggam, hingga potret foto keluarga.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum merilis secara resmi siapa nama figur yang tercatat sebagai pemilik sah dari rumah mewah berselimut aset ratusan miliar tersebut. Totok hanya menegaskan bahwa seluruh barang yang ditemukan di TKP kini telah beralih status di bawah penyitaan ketat negara demi kepentingan hukum.
“Kami juga telah melakukan penyitaan beberapa dokumen-dokumen termasuk handphone, kemudian beberapa foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan pemilik barang dalam brankas. Selanjutnya barang bukti akan kita lakukan penyitaan,” pungkas jenderal bintang dua tersebut mengakhiri keterangannya.

Posting Komentar