MotoGP Jerman 2026: Belum Fit 100%, Marc Marquez Bidik Dominasi Ke-13 di Sachsenring
SACHSENRING – Pembalap andalan Ducati Lenovo, Marc Marquez, mengakui bahwa kondisi fisiknya belum pulih seutuhnya menjelang bergulirnya seri MotoGP Jerman 2026. Kendati memprediksi dirinya masih akan mendapat hambatan fisik di Sirkuit Sachsenring pada 10-12 Juli 2026, sang juara bertahan menegaskan konstelasi akhir pekan ini akan jauh berbeda ketimbang balapan sebelumnya di Assen, Belanda.
Sirkuit Assen pada 26-28 Juni lalu memang menjadi memori pahit bagi Marquez yang tampil kedodoran. The Baby Alien hanya mampu menyentuh garis finis di posisi keenam saat Sprint Race, lalu mengulangi posisi yang sama pada balapan utama hari Minggu, sebelum akhirnya melorot ke peringkat ketujuh akibat penalti pelanggaran batas lintasan (track limits) di lap pemungkas.
Sepanjang akhir pekan di Belanda, pembalap asal Spanyol itu mengaku sengaja membalap dengan mode bertahan. Langkah ekstra hati-hati itu diambil demi meminimalisasi risiko kecelakaan sekaligus memulihkan kebugarannya pasca-operasi bedah pada bulan Mei usai GP Prancis.
Meski belum berada dalam kapasitas fisik yang ideal, Marquez optimistis karakter Sachsenring yang mengalir akan menyajikan cerita yang berbeda. Sirkuit ini dinilai tidak terlalu menuntut ketahanan fisik yang masif seperti Assen, sehingga kans dirinya untuk bersaing memperebutkan podium tertinggi tetap terbuka lebar.
Terlebih, Sachsenring adalah "kerajaan" bagi Marquez. Pembalap bernomor motor 93 ini memegang rekor impresif dengan koleksi 12 kemenangan di sirkuit tersebut, di mana 9 di antaranya ia raih secara beruntun di kelas utama MotoGP.
Bagnaia Usung Misi Penebusan Dosa
Menatap balapan di Jerman, Marquez menguraikan kalkulasi teknis yang membuatnya jauh lebih percaya diri.
"Di Assen kami sudah tahu sejak awal harus menggertakkan gigi dan bertahan, tetapi kami tetap mampu mengatasi situasi itu serta membawa pulang poin-poin penting untuk kejuaraan," ungkap Marquez seperti dikutip dari laman Crash.
"Di Sachsenring situasinya berbeda. Dari sisi fisik saya tentu masih akan kesulitan, tetapi karakter lintasan ini membutuhkan energi yang lebih sedikit. Kami bisa berada dalam rombongan pembalap tercepat," ujarnya menambahkan.
Di garasi sebelah, rekan setimnya, Francesco 'Pecco' Bagnaia, datang dengan rekor yang tidak seberkilau Marquez di tanah Jerman.
Meski sempat mencicipi podium pertama pada MotoGP Jerman 2024—itu pun berkah dari jatuhnya Jorge Martin di dua lap terakhir saat memimpin balapan—Bagnaia secara jorjoran mengakui bahwa lintasan pendek Sachsenring bukanlah sirkuit ramah bagi gaya balapnya.
Kendati demikian, pembalap asal Italia ini mengusung motivasi berlipat ganda menyusul hasil krusial yang mengecewakan di Assen. Bagnaia terpaksa gigit jari dan gagal finis (did not finish) pada balapan utama di Belanda akibat kendala teknis pada sistem pengereman motor Desmosedici miliknya.
Bagnaia bertekad bulat meraih hasil maksimal di Jerman guna menutup paruh pertama musim kompetisi dengan kepala tegak sebelum memasuki masa libur musim panas (summer break).
"Akhir pekan di Assen berjalan rumit, dan mengakhiri balapan hari Minggu dengan gagal finis benar-benar mengecewakan, terutama melihat kerja keras yang sudah dilakukan bersama tim," kata Bagnaia lesu.
"Sachsenring secara historis bukan salah satu lintasan favorit saya, tetapi kami menghadapi akhir pekan ini dengan tekad yang sangat besar. Meraih hasil bagus akan sangat penting agar kami bisa menutup paruh pertama musim dengan cara terbaik sebelum jeda musim panas," pungkas juara dunia dua kali tersebut.

Posting Komentar