Nekat Nge-vape di Dalam Gerbong, Penumpang KRL Cikarang-Angke Kena Sanksi Blacklist Seumur Hidup
JAKARTA – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh aksi tidak terpuji seorang penumpang yang nekat menggunakan rokok elektrik atau vape di dalam gerbong Kereta Rel Istrik (KRL). Dalam rekaman video yang viral tersebut, pria yang mengenakan pakaian kasual itu tampak dengan santai menghirup dan mengembuskan gumpalan asap vape di tengah kepungan penumpang lain di dalam rangkaian kereta.
Pihak PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) bergerak cepat merespons pelanggaran tersebut. Berdasarkan hasil investigasi dari laporan netizen, aksi indisipliner itu diketahui terjadi di dalam gerbong Commuter Line relasi Cikarang-Angke pada Selasa (7/7/2026) lalu.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menegaskan bahwa seluruh area operasional dan rangkaian perjalanan Commuter Line merupakan kawasan steril bebas asap rokok dalam bentuk apa pun, termasuk uap dari rokok elektrik.
“Bahwa seluruh perjalanan Commuter Line bebas asap rokok maupun dari rokok elektrik,” kata Leza Arlan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Begitu video tersebut menyebar, tim pengamanan bursa transportasi publik ini langsung melacak identitas pelaku memanfaatkan kecerdasan buatan lewat sistem CCTV Analytic yang terpasang di stasiun. Hasilnya efektif; hanya berselang satu hari, petugas berhasil mencegat dan mengamankan pelaku saat dirinya hendak kembali naik kereta di Stasiun Klender Baru pada Rabu (8/7/2026).
Pria tersebut kemudian digelandang ke Pos Pengamanan Stasiun Klender Baru untuk diinterogasi. Sebagai efek jera yang sangat tegas, KAI Commuter langsung menjatuhkan sanksi terberat berupa pemblokiran permanen. NIK dan identitas pelaku resmi dimasukkan ke dalam daftar hitam ( blacklist ) yang membuatnya dilarang menggunakan seluruh layanan Commuter Line seumur hidup.
Manajemen KAI Commuter kembali mengingatkan publik bahwa setiap penumpang yang kedapatan merokok konvensional maupun elektrik di dalam gerbong akan langsung diturunkan paksa di stasiun terdekat oleh petugas pengawal kereta (Walkot).
Leza menekankan bahwa pihaknya sama sekali tidak akan membuka ruang kompromi atau toleransi terhadap segala bentuk perilaku egois penumpang yang berpotensi merusak kenyamanan umum serta membahayakan aspek keselamatan perjalanan.
“KAI Commuter tidak akan mentoleransi setiap tindakan yang dapat mengganggu keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan. Kami mengajak seluruh pengguna untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan selama menggunakan layanan Commuter Line,” pungkas Leza menutup penjelasannya.
.jpg)
Posting Komentar