Operasi Militer 4 Hari CENTCOM Hantam 300 Target: Perwira AL Iran Tewas di Pelabuhan Jask

Operasi Militer 4 Hari CENTCOM Hantam 300 Target: Perwira AL Iran Tewas di Pelabuhan Jask

IRAN – Gelombang agresi udara militer Amerika Serikat (AS) ke wilayah kedaulatan Iran terus menelan korban jiwa. Media lokal Iran melaporkan, seorang perwira militer senior dari Korps Angkatan Laut gugur akibat serangan udara presisi yang membombardir kawasan strategis Pelabuhan Jask.

“Letnan Hamidreza Dehghani, dari angkatan laut angkatan bersenjata Republik Islam, gugur dalam serangan teroris kriminal tadi malam oleh Amerika Serikat di pelabuhan Jask,” konfirmasi seorang pejabat berwenang Iran yang enggan identitasnya dipublikasikan, seperti dilansir dari Al Jazeera, Minggu (12/7/2026).

Selain di Pelabuhan Jask, sumber internal militer mengonfirmasi bahwa seorang tentara Iran lainnya juga dilaporkan tewas di wilayah Bushehr, barat daya Iran. Dengan tambahan korban tersebut, total korban tewas akibat rentetan serangan udara AS selama empat hari terakhir dilaporkan melesat hingga 19 orang, sementara lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka. Otoritas setempat menyayangkan adanya elemen warga sipil yang turut menjadi korban meninggal dunia dalam insiden ini.

CENTCOM Klaim Hantam 300 Target Strategis

Situasi di kawasan Selat Hormuz kini berada pada titik didih tertinggi setelah kedua belah pihak saling bertukar hantaman rudal. Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam rilis resminya menyatakan bahwa pesawat tempur mereka baru saja menghantam 140 target militer baru milik Iran pada hari Sabtu kemarin. Secara akumulatif, AS mengklaim telah menggempur lebih dari 300 target strategis dalam tiga malam operasi militer berturut-turut.

Pihak Pentagon lewat CENTCOM menegaskan, operasi berskala besar ini merupakan langkah krusial untuk melumpuhkan kapasitas dan kapabilitas Iran yang dinilai kerap mengancam keselamatan pelaut sipil serta stabilitas jalur kapal komersial internasional di selat tersebut.

Balasan Simetris Garda Revolusi Iran ke Sekutu AS

Merespons gempuran masif tersebut, media pemerintah Iran melaporkan dentuman ledakan keras terdengar memekakkan telinga di sejumlah kota pelabuhan utama mereka. Tidak tinggal diam, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) langsung meluncurkan serangan balasan simetris secara agresif ke berbagai fasilitas militer sekutu dan pangkalan AS di Timur Tengah.

IRGC secara resmi mengklaim telah menghancurkan pusat komando dan kendali utama serta hanggar pesawat nirawak (drone) milik AS yang berada di Yordania.

Tak hanya itu, Teheran juga mengeklaim rudal-rudal mereka berhasil menghantam situs radar militer milik AS di Kuwait, melumpuhkan fasilitas pendukung logistik dan pengisian bahan bakar kapal induk AS di Oman, serta memorak-morandakan pusat perawatan jet tempur canggih beserta fasilitas komando AS yang berada di Qatar. Perang terbuka ini kini mengancam kestabilan total geopolitik di kawasan Teluk.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Operasi Militer 4 Hari CENTCOM Hantam 300 Target: Perwira AL Iran Tewas di Pelabuhan Jask
  • Operasi Militer 4 Hari CENTCOM Hantam 300 Target: Perwira AL Iran Tewas di Pelabuhan Jask
  • Operasi Militer 4 Hari CENTCOM Hantam 300 Target: Perwira AL Iran Tewas di Pelabuhan Jask
  • Operasi Militer 4 Hari CENTCOM Hantam 300 Target: Perwira AL Iran Tewas di Pelabuhan Jask
  • Operasi Militer 4 Hari CENTCOM Hantam 300 Target: Perwira AL Iran Tewas di Pelabuhan Jask
  • Operasi Militer 4 Hari CENTCOM Hantam 300 Target: Perwira AL Iran Tewas di Pelabuhan Jask

Posting Komentar