Prabowo Subianto: Dulu Cak Imin Sempat Berpisah Jalan, Sekarang Bersama untuk Indonesia
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung dinamika politik masa lalu dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, yang sempat menjadi rivalnya dalam kontestasi pemilihan presiden (Pilpres). Bagi Prabowo, perbedaan haluan politik tersebut kini sudah bukan lagi menjadi persoalan karena kedua belah pihak telah berkomitmen bersatu di dalam pemerintahan.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (12/7/2026).
Prabowo mengawali arahannya dengan menekankan bahwa persaingan dalam sebuah panggung politik merupakan hal yang wajar. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat harus memiliki kedewasaan untuk menerima apa pun hasil akhir dari kontestasi tersebut.
“Bersaing itu baik. Pertandingan itu baik, iya kan? Sepak bola ada pertandingan, kan ada dua (tim). Satu harus menang. Kalau satu kalah, masa wasitnya mau digebukin? Ya, persaingan itu biasa," ujar Prabowo di hadapan para hadirin.
Refleksi Hubungan dengan Cak Imin
Kepala Negara kemudian mencontohkan pasang surut hubungan politiknya dengan Cak Imin. Ia merefleksikan momen di mana mereka sempat berada dalam satu koalisi sebelum akhirnya berpisah jalan saat masa kompetisi pemilu bergulir.
"Ini Gus Imin, pertama bersama saya, habis itu tidak bersama saya. Tapi enggak ada masalah, karena dalam hati beliau, beliau juga ingin yang terbaik untuk Indonesia," ungkap Prabowo.
Ia menambahkan, saat ini Cak Imin telah kembali merapat dan berada di barisan yang sama di struktur pemerintahan untuk berkolaborasi memajukan negara.
"Sekarang beliau bersama saya untuk Indonesia, Saudara. Enggak ada masalah. Siapa lagi dulu yang ngalahin aku? Harus pakai kacamata ini saya ini. Tidak ada masalah," tambahnya berseloroh.
Seruan Bersatu Pasca-Kontestasi
Menutup pidato politiknya, Prabowo menegaskan kembali pentingnya semangat rekonsiliasi nasional. Ia mengimbau agar seluruh elemen bangsa yang sempat berseberangan selama masa pemilu dapat meredam ego masing-masing dan kembali bekerja sama demi kepentingan masyarakat luas.
“Kita ini satu bangsa, satu nusa, satu bahasa, kita ini satu keluarga. Buktikanlah bahwa bangsa Indonesia ini bangsa yang khas, bangsa yang bersatu. Kita bersaing, habis itu bersatu bekerja untuk seluruh rakyat. Inilah bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Posting Komentar