Rupiah Menguat 94 Poin, Ditutup di Level Rp17.933 per Dolar AS

Rupiah Menguat 94 Poin, Ditutup di Level Rp17.933 per Dolar AS

JAKARTA – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (5/8/2026). Mata uang Garuda naik 94 poin atau sekitar 0,52 persen dan berakhir di level Rp17.933 per dolar AS.

Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi sejumlah sentimen dari luar negeri. Salah satunya terkait perkembangan upaya diplomasi untuk meredakan konflik yang berdampak pada penurunan harga minyak dunia.

Pasar merespons positif pernyataan Qatar yang menyebut para mediator telah mencatat kemajuan dalam upaya mengakhiri perang. Perkembangan tersebut mendorong harga minyak turun, meskipun pemerintah Iran membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai dimulainya perundingan antara Washington dan Teheran.

“Harga minyak Brent ditutup di bawah USD80 per barel pada hari Selasa, untuk pertama kalinya sejak 13 Juli,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Menurut keterangan Kantor Emir Qatar, Trump dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani membahas upaya mempersempit perbedaan antara Amerika Serikat dan Iran melalui percakapan telepon pada Selasa. Pembicaraan itu juga membahas peluang tercapainya penyelesaian jangka panjang.

Sebelumnya, Trump menyatakan perundingan dengan Teheran telah dimulai. Ia juga menyebut Iran berada pada “kesempatan terakhir” untuk mencapai kesepakatan. Namun, sejumlah pejabat Iran menegaskan belum ada proses negosiasi yang berlangsung dengan Amerika Serikat.

Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga menantikan sejumlah data ketenagakerjaan AS yang dinilai dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve atau The Fed.

Perhatian pasar tertuju pada data Perubahan Ketenagakerjaan ADP untuk Juli yang dijadwalkan dirilis pada Rabu malam, serta laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat.

Perusahaan swasta di AS diperkirakan menambah sekitar 70.000 tenaga kerja pada Juli, lebih rendah dibandingkan 98.000 lapangan kerja yang tercipta pada Juni. Perlambatan pertumbuhan tenaga kerja berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.

Dari dalam negeri, penguatan rupiah turut didukung data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi nasional tumbuh 5,29 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal II-2026 tercatat sebesar Rp6.552,1 triliun berdasarkan harga berlaku. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan mencapai Rp3.576,2 triliun.

Secara kuartalan atau quarter to quarter (q-to-q), ekonomi Indonesia tumbuh 3,73 persen dibandingkan kuartal I-2026. Adapun pertumbuhan ekonomi secara kumulatif pada semester I-2026 tercatat sebesar 5,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian pertumbuhan kuartal II tersebut berada di atas perkiraan sejumlah ekonom yang sebelumnya memproyeksikan ekonomi Indonesia hanya tumbuh di kisaran 4,8–4,9 persen. Proyeksi itu lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen.

Sebelumnya, BPS juga mencatat Indonesia mengalami deflasi bulanan sebesar 0,14 persen pada Juli 2026. Angka tersebut melandai dibandingkan bulan sebelumnya.

Meski inflasi tahunan berada pada level 2,88 persen dan sektor pendidikan mengalami tekanan musiman seiring dimulainya tahun ajaran baru, penurunan harga sejumlah komoditas pangan membantu menahan peningkatan pengeluaran masyarakat dalam jangka pendek.

Berdasarkan sejumlah sentimen tersebut, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya masih akan berfluktuasi. Rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp17.930 hingga Rp17.980 per dolar AS dan berpotensi kembali ditutup melemah.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Rupiah Menguat 94 Poin, Ditutup di Level Rp17.933 per Dolar AS
  • Rupiah Menguat 94 Poin, Ditutup di Level Rp17.933 per Dolar AS
  • Rupiah Menguat 94 Poin, Ditutup di Level Rp17.933 per Dolar AS
  • Rupiah Menguat 94 Poin, Ditutup di Level Rp17.933 per Dolar AS
  • Rupiah Menguat 94 Poin, Ditutup di Level Rp17.933 per Dolar AS
  • Rupiah Menguat 94 Poin, Ditutup di Level Rp17.933 per Dolar AS

Posting Komentar