The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Bitcoin Tetap Stabil di Rp1,15 Miliar
JAKARTA – Federal Reserve (The Fed) kembali mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,50 persen hingga 3,75 persen dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Juli 2026.
Keputusan tersebut tidak banyak memengaruhi pergerakan Bitcoin. Aset kripto terbesar dunia itu cenderung bergerak stabil setelah hasil rapat diumumkan, seiring keputusan The Fed yang telah sesuai dengan ekspektasi pasar.
Di pasar Indodax, harga Bitcoin masih berada di kisaran Rp1,15 miliar hingga Rp1,17 miliar.
Keputusan mempertahankan suku bunga menjadi langkah kelima berturut-turut yang dilakukan bank sentral Amerika Serikat tersebut. Meski sesuai perkiraan pasar, hasil pemungutan suara internal FOMC yang berakhir 9 banding 3 menunjukkan masih terdapat perbedaan pandangan mengenai arah kebijakan moneter ke depan.
Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengatakan pasar tidak hanya memperhatikan keputusan suku bunga, tetapi juga mencermati pesan The Fed terkait prospek ekonomi dan kebijakan berikutnya.
“Yang menjadi perhatian pasar bukan hanya apakah suku bunga naik atau bertahan, tetapi juga kepastian arah kebijakan ke depan,” ujar Aloysia di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, kebijakan The Fed tetap menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pasar keuangan global karena berdampak terhadap likuiditas, biaya pendanaan, serta minat investor terhadap aset berisiko seperti kripto.
Namun, pergerakan Bitcoin tidak hanya dipengaruhi satu faktor. Investor tetap disarankan menjalankan strategi investasi sesuai tujuan dan profil risiko, bukan semata mengikuti pergerakan harga jangka pendek.
Aloysia juga menyebut strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dapat menjadi salah satu pendekatan bagi investor dalam menghadapi volatilitas pasar, dengan melakukan investasi secara berkala dan terukur.
Ia mengingatkan investor tetap melakukan riset mandiri (Do Your Own Research/DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.

Posting Komentar