Tidur Lagi Setelah Alarm Berbunyi, Kok Mimpinya Aneh dan Terasa Nyata?

Tidur Lagi Setelah Alarm Berbunyi, Kok Mimpinya Aneh dan Terasa Nyata?

JAKARTA - Alarm sudah berbunyi, mata sempat terbuka, tetapi rasa kantuk membuat seseorang memilih tidur kembali selama beberapa menit. Ketika akhirnya terbangun untuk kedua kalinya, mimpi yang baru saja dialami terkadang terasa begitu nyata, aneh, bahkan membuat bingung membedakan antara mimpi dan kejadian sebenarnya.

Pengalaman semacam ini bukan sesuatu yang aneh. Ada sejumlah mekanisme tidur yang dapat menjelaskan mengapa mimpi pada penghujung waktu tidur sering terasa lebih hidup dan mudah diingat.

Salah satunya adalah sleep inertia, yakni kondisi ketika seseorang belum sepenuhnya kembali ke tingkat kewaspadaan normal setelah terbangun. Pada fase ini, kemampuan berpikir, mengambil keputusan, dan melakukan aktivitas tertentu dapat masih berada di bawah kondisi ketika seseorang sudah benar-benar terjaga.

Dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi konsultan ginjal dan hipertensi, dr. Decsa Medika Hertanto, menjelaskan fenomena tersebut melalui unggahan di media sosialnya.

“Pernah enggak kalian udah bangun jam 5 pagi terus mikir, 'Tidur 30 menit lagi kayaknya enak deh’. Eh pas bangun kedua kalinya, kalian baru ngalamin mimpi yang terasa nyata banget,” ujar dr. Decsa.

Otak tidak langsung sepenuhnya aktif ketika terbangun

Bangun tidur bukan berarti seluruh fungsi otak langsung kembali bekerja pada tingkat yang sama. Proses peralihan dari tidur menuju kondisi terjaga membutuhkan waktu.

Penelitian mengenai sleep inertia menunjukkan adanya perubahan aktivitas dan aliran darah otak setelah seseorang terbangun. Sejumlah area otak dapat kembali aktif lebih cepat, sedangkan pemulihan fungsi pada bagian tertentu yang berkaitan dengan proses kognitif tingkat tinggi berlangsung secara bertahap. Salah satu penelitian menemukan normalisasi aliran darah pada korteks prefrontal dapat berlangsung dalam rentang sekitar 5 hingga 30 menit setelah bangun.

Kondisi itulah yang dapat membuat seseorang merasa masih mengantuk, sulit berkonsentrasi, atau belum sepenuhnya berpikir jernih beberapa saat setelah membuka mata.

Dr. Decsa menggambarkan kondisi tersebut seperti sebuah kantor dengan sejumlah bagian yang tidak semuanya mulai bekerja pada waktu bersamaan.

“Ada penjelasan ilmiahnya. Namanya sleep inertia. Bayangin otak kalian itu kantor dengan banyak divisi. Pas alarm bunyi, tit-tit-tit, enggak semua divisi masuk bareng,” jelasnya.

Mengapa mimpi pagi hari terasa lebih nyata?

Selain sleep inertia, faktor lain yang berperan adalah struktur siklus tidur. Manusia mengalami beberapa tahap tidur sepanjang malam, termasuk tidur non-REM dan REM. Fase REM merupakan tahap yang sangat berkaitan dengan mimpi yang hidup dan intens.

Menjelang pagi, periode REM biasanya menjadi lebih panjang. Karena itu, seseorang lebih mungkin mengalami dan mengingat mimpi yang jelas ketika terbangun pada penghujung waktu tidur.

Hal ini berbeda dengan anggapan bahwa ketika seseorang tidur kembali pada pagi hari, otak selalu langsung memasuki fase REM. Siklus tidur tidak sesederhana itu. Tahapan tidur tetap dipengaruhi oleh kondisi tubuh, durasi tidur sebelumnya, serta faktor lain yang memengaruhi arsitektur tidur.

Namun, karena periode REM memang cenderung lebih panjang pada paruh kedua malam, mimpi yang terjadi mendekati waktu bangun dapat terasa lebih kompleks dan lebih mudah diingat.

Ada kaitannya dengan REM rebound

Kondisi lain yang dapat membuat mimpi terasa lebih intens adalah REM rebound. Fenomena ini terjadi ketika tubuh mengalami peningkatan durasi atau intensitas tidur REM setelah sebelumnya mengalami kekurangan tidur atau penekanan terhadap fase tersebut.

REM rebound tidak otomatis terjadi hanya karena seseorang tidur kembali selama 30 menit. Fenomena tersebut lebih erat dikaitkan dengan kondisi seperti kurang tidur, stres, atau perubahan tertentu pada pola tidur.

Ketika REM rebound terjadi, seseorang dapat mengalami periode REM yang lebih intens dan lebih sering. Kondisi tersebut meningkatkan kemungkinan munculnya mimpi yang vivid atau sangat jelas.

Dr. Decsa juga mengaitkan pengalaman mimpi yang emosional dengan aktivitas sejumlah bagian otak selama fase REM.

“Plus ada fenomena namanya REM rebound. Tidur kepotong bikin otak balas dendam masuk REM lebih cepat dan lebih intens. Hasilnya, mimpi jadi panjang, vivid, terasa real,” ujarnya.

Mengapa mimpi terasa absurd atau menakutkan?

Mimpi tidak selalu memiliki alur yang masuk akal seperti kejadian ketika seseorang sadar. Aktivitas otak selama REM memiliki karakteristik yang berbeda dari kondisi terjaga.

Pada fase tersebut, aktivitas otak meningkat dan sebagian besar otot rangka mengalami penghambatan gerakan. REM juga merupakan tahap tidur ketika mimpi yang intens paling sering dilaporkan.

Jika seseorang terbangun langsung dari fase REM, kemungkinan mengingat isi mimpi juga menjadi lebih besar. Inilah salah satu alasan mengapa mimpi menjelang pagi dapat terasa sangat jelas seolah baru saja benar-benar terjadi.

Sensasi tersebut kemudian dapat diperkuat oleh sleep inertia. Saat kesadaran baru kembali tetapi otak masih dalam proses beralih ke kondisi terjaga, pengalaman mimpi yang baru saja dialami dapat terasa lebih membingungkan.

Apa yang sebaiknya dilakukan setelah alarm berbunyi?

Jika ingin mengurangi rasa berat ketika bangun, menjaga jadwal tidur yang teratur merupakan langkah yang lebih penting daripada sekadar memaksa diri untuk langsung beraktivitas.

Paparan cahaya alami pada pagi hari juga dapat membantu tubuh meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas ringan setelah bangun, seperti berjalan atau melakukan peregangan, dapat menjadi bagian dari rutinitas pagi.

Dr. Decsa menyarankan agar seseorang tidak terus-menerus menekan tombol tunda pada alarm.

“Nah jadi, kalau udah bangun pagi, mending kena sinar matahari langsung, minum air putih, gerak ringan. Daripada tidur lagi yang malah bikin pusing dan dihantui mimpi-mimpi yang aneh,” pungkasnya.

Meski mimpi yang vivid sesekali merupakan hal yang umum, gangguan tidur yang terus berulang perlu mendapat perhatian. Jika seseorang sering mengalami kesulitan tidur, terbangun berkali-kali, mengalami kantuk berat pada siang hari, atau mimpi buruk yang mengganggu aktivitas, konsultasi dengan dokter dapat membantu mencari penyebabnya.

Pada akhirnya, tidur kembali setelah alarm berbunyi tidak selalu berarti akan mengalami mimpi aneh. Akan tetapi, waktu tidur menjelang pagi memang memiliki proporsi REM yang lebih besar, sementara proses bangun membuat otak membutuhkan waktu untuk sepenuhnya kembali ke kondisi terjaga. Kombinasi keduanya dapat membuat mimpi terakhir terasa jauh lebih nyata dan mudah diingat.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Tidur Lagi Setelah Alarm Berbunyi, Kok Mimpinya Aneh dan Terasa Nyata?
  • Tidur Lagi Setelah Alarm Berbunyi, Kok Mimpinya Aneh dan Terasa Nyata?
  • Tidur Lagi Setelah Alarm Berbunyi, Kok Mimpinya Aneh dan Terasa Nyata?
  • Tidur Lagi Setelah Alarm Berbunyi, Kok Mimpinya Aneh dan Terasa Nyata?
  • Tidur Lagi Setelah Alarm Berbunyi, Kok Mimpinya Aneh dan Terasa Nyata?
  • Tidur Lagi Setelah Alarm Berbunyi, Kok Mimpinya Aneh dan Terasa Nyata?

Posting Komentar