Penjualan Hybrid Naik 47%, Pemerintah Belum Siapkan Insentif Baru

Penjualan Hybrid Naik 47%, Pemerintah Belum Siapkan Insentif Baru

TANGERANG – Pemerintah memberikan sinyal belum akan memberikan insentif baru untuk kendaraan hybrid electric vehicle (HEV) pada 2026. Pemerintah menilai industri kendaraan hybrid di dalam negeri sudah berkembang dan mampu berjalan tanpa tambahan stimulus.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan insentif kendaraan hybrid sebelumnya diberikan untuk mendorong produksi kendaraan tersebut di dalam negeri. Saat ini, tujuan tersebut dinilai telah tercapai.

"Karena sudah jalan, insentifnya sudah full. Kan insentif diberikan untuk produksi nasional, dan ini produksinya sudah produksi nasional, bahkan diekspor," ujar Airlangga di ICE BSD City, Tangerang, dikutip Sabtu (8/8/2026).

Menurut Airlangga, sejumlah model kendaraan hybrid kini telah diproduksi di Indonesia. Kendaraan yang diproduksi secara lokal tersebut juga telah memenuhi ketentuan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Penjualan Mobil Hybrid Tumbuh

Selain perkembangan produksi, penjualan kendaraan hybrid juga menunjukkan peningkatan. Airlangga menyebut penjualan mobil hybrid telah mengalami pertumbuhan sekitar 45 persen.

"Produksi sudah bagus, kenaikan (penjualan mobil hybrid) sudah 45 persen. Tujuan pemerintah menaikkan lokal konten sudah tercapai," kata Airlangga.

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam mengevaluasi kebutuhan pemberian insentif untuk kendaraan hybrid.

Insentif Sebelumnya Berakhir pada 2025

Sebelumnya, pemerintah telah memberikan insentif untuk kendaraan hybrid melalui skema pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

Kebijakan tersebut berlaku hingga Desember 2025. Dalam skema itu, pemerintah menanggung PPnBM untuk kendaraan hybrid sebesar 3 persen.

Namun, hingga Agustus 2026, pemerintah belum mengumumkan kebijakan insentif baru untuk kendaraan hybrid.

Penjualan Semester I 2026 Naik 47 Persen

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan kendaraan hybrid pada Januari-Juni 2026 mencapai 42.366 unit.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 47 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika penjualan kendaraan hybrid tercatat sebanyak 28.817 unit.

Kenaikan penjualan dan perkembangan produksi kendaraan hybrid di dalam negeri menjadi dasar pemerintah menilai industri tersebut sudah mulai mandiri. Kondisi itu sekaligus membuat peluang pemberian insentif baru pada tahun ini semakin kecil.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Penjualan Hybrid Naik 47%, Pemerintah Belum Siapkan Insentif Baru
  • Penjualan Hybrid Naik 47%, Pemerintah Belum Siapkan Insentif Baru
  • Penjualan Hybrid Naik 47%, Pemerintah Belum Siapkan Insentif Baru
  • Penjualan Hybrid Naik 47%, Pemerintah Belum Siapkan Insentif Baru
  • Penjualan Hybrid Naik 47%, Pemerintah Belum Siapkan Insentif Baru
  • Penjualan Hybrid Naik 47%, Pemerintah Belum Siapkan Insentif Baru

Posting Komentar