KBRI Tokyo Catat 214 WNI Terdampak Gempa M7,1 di Kumamoto Jepang

KBRI Tokyo Catat 214 WNI Terdampak Gempa M7,1 di Kumamoto Jepang

JAKARTA – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7/2026).

Berdasarkan pendataan KBRI Tokyo, sebanyak 214 WNI dilaporkan terdampak langsung akibat gempa yang menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah Prefektur Kumamoto tersebut.

Data KBRI Tokyo per Desember 2025 mencatat terdapat 5.032 WNI yang tinggal di Prefektur Kumamoto. Dari jumlah tersebut, ratusan warga Indonesia terdampak akibat kerusakan fasilitas serta gangguan akses kebutuhan dasar pascabencana.

Tim Tanggap Darurat KBRI Tokyo yang dipimpin Sekretaris Pertama Fungsi Protokol dan Konsuler Hernawan Bagaskoro Abid mulai melakukan peninjauan langsung sejak Sabtu (1/8/2026).

Tim tersebut menyisir sejumlah wilayah terdampak, yakni Uto, Uki, dan Yatsushiro. Dalam kegiatan tersebut, KBRI Tokyo menyalurkan bantuan berupa air mineral, makanan pokok instan, serta perlengkapan makan kepada WNI yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih.

Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir mengatakan KBRI Tokyo bersama komunitas Indonesia di Jepang terus memperkuat koordinasi untuk memastikan kebutuhan WNI terdampak dapat terpenuhi.

Ia juga mengapresiasi peran berbagai kelompok masyarakat Indonesia yang membantu proses komunikasi serta pendistribusian bantuan di wilayah terdampak.

“Tim Tanggap Darurat KBRI Tokyo terus memberikan bantuan langsung kepada WNI terdampak gempa Kumamoto. Dari pantauan di lokasi bencana, sejumlah WNI ada yang sudah kembali ke hunian, ada pula yang masih tinggal di lokasi penampungan yang disediakan Pemerintah Daerah setempat,” kata Kartini dalam keterangannya, dikutip Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, sebagian WNI masih bertahan di tempat pengungsian karena tempat tinggal mereka mengalami kerusakan serta belum sepenuhnya mendapatkan akses air bersih.

Meski demikian, kondisi para WNI terdampak disebut mulai membaik. Beberapa warga bahkan telah kembali menjalankan aktivitas pekerjaan seperti biasa.

“Kita bersyukur karena beberapa di antaranya sudah kembali bekerja seperti biasa. Kami imbau teman-teman WNI terus memantau informasi resmi dan mengikuti arahan dari otoritas terkait,” ujar Kartini.

Ia juga meminta WNI di wilayah terdampak untuk terus menjaga komunikasi satu sama lain, termasuk dengan KBRI Tokyo apabila membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat.

Salah satu WNI terdampak, Nurul Khotimah, pekerja pabrik pengolahan makanan yang baru delapan bulan tinggal di Jepang, mengaku merasakan guncangan kuat saat gempa terjadi.

Menurut Nurul, selama dua hari setelah gempa, dirinya bersama warga lainnya mengalami kesulitan memperoleh air minum dan bahan makanan.

“Guncangan sangat kencang kami rasakan saat gempa terjadi. Selama dua hari kami sangat kesulitan air minum dan bahan makanan,” ungkap Nurul.

Ia mengatakan kondisi pasokan air bersih mulai membaik, meski kualitas air masih belum sepenuhnya normal. Tempat tinggalnya bersama sejumlah teman juga mengalami kerusakan akibat gempa.

“Apato (hunian apartemen) yang saya huni bersama teman-teman rusak, tembok yang retak dan pintu serta jendela yang sulit dibuka,” ujarnya.

Nurul menambahkan, hingga saat ini dirinya masih harus mengantre untuk mendapatkan bantuan makanan dan air minum dari kantor administrasi pemerintah setempat.

“Hingga kini tiap sore kami antre roti dan air minum di Shiyakusho (kantor administrasi pemerintah). Terima kasih atas kepedulian dan bantuan dari KBRI Tokyo kepada kami. Bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami,” katanya.

KBRI Tokyo bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi WNI di wilayah terdampak.

Kedua perwakilan RI tersebut juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah Jepang serta komunitas WNI setempat untuk memastikan kebutuhan dan keselamatan warga Indonesia tetap mendapat perhatian.

Bagi WNI yang membutuhkan bantuan darurat atau mengetahui adanya warga yang memerlukan penanganan, dapat menghubungi hotline KBRI Tokyo di nomor +81-80-3506-8612 dan +81-80-4940-7419, serta hotline KJRI Osaka di nomor +81-80-3113-1003.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • KBRI Tokyo Catat 214 WNI Terdampak Gempa M7,1 di Kumamoto Jepang
  • KBRI Tokyo Catat 214 WNI Terdampak Gempa M7,1 di Kumamoto Jepang
  • KBRI Tokyo Catat 214 WNI Terdampak Gempa M7,1 di Kumamoto Jepang
  • KBRI Tokyo Catat 214 WNI Terdampak Gempa M7,1 di Kumamoto Jepang
  • KBRI Tokyo Catat 214 WNI Terdampak Gempa M7,1 di Kumamoto Jepang
  • KBRI Tokyo Catat 214 WNI Terdampak Gempa M7,1 di Kumamoto Jepang

Posting Komentar