Jangan Rendam Alpukat dalam Air di Kulkas, Ini Risiko yang Diingatkan FDA

Jangan Rendam Alpukat dalam Air di Kulkas, Ini Risiko yang Diingatkan FDA

JAKARTA - Menyimpan alpukat yang sudah dipotong dengan cara direndam dalam air kemudian dimasukkan ke lemari es kerap dilakukan untuk menjaga warna daging buah agar tidak cepat berubah menjadi cokelat. Namun, metode tersebut justru mendapat perhatian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) karena berpotensi meningkatkan risiko keamanan pangan.

FDA menemukan bahwa kulit alpukat dapat terkontaminasi bakteri seperti Salmonella dan Listeria monocytogenes. Dalam pengujian terhadap 1.615 sampel alpukat segar, Salmonella ditemukan pada 12 sampel atau sekitar 0,74 persen. Sementara itu, Listeria monocytogenes ditemukan pada 64 dari 361 sampel kulit alpukat yang diuji. Bakteri tersebut juga ditemukan pada tiga dari 1.254 sampel daging alpukat.

Temuan tersebut menjadi alasan konsumen perlu memperhatikan cara menangani dan menyimpan alpukat. Risiko tidak hanya berkaitan dengan perubahan warna daging buah, tetapi juga kemungkinan kontaminasi mikroba.

Mengapa alpukat yang direndam air perlu dihindari?

Listeria monocytogenes memiliki karakteristik yang membuatnya menjadi perhatian dalam penyimpanan makanan. Menurut FDA, bakteri tersebut dapat bertahan dan berkembang bahkan dalam kondisi dingin, termasuk di dalam lemari es.

Karena itu, menyimpan bahan makanan dalam kondisi yang tidak tepat tetap dapat menimbulkan risiko meskipun makanan tersebut berada di dalam kulkas.

FDA sendiri merekomendasikan konsumen mencuci buah dan sayuran di bawah air mengalir sebelum dimakan, dipotong, atau diolah. Langkah tersebut membantu mengurangi kemungkinan perpindahan kotoran dan mikroorganisme dari permukaan buah ke bagian yang akan dikonsumsi.

Cara mencegah alpukat cepat berubah cokelat

Perubahan warna pada daging alpukat setelah dipotong merupakan proses alami yang terjadi ketika jaringan buah terpapar oksigen. Kondisi ini dikenal sebagai oksidasi dan tidak otomatis menunjukkan bahwa alpukat sudah berbahaya untuk dimakan.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk memperlambat proses tersebut tanpa harus merendam alpukat dalam air.

1. Oleskan perasan lemon atau jeruk nipis

Perasan lemon atau jeruk nipis dapat digunakan pada permukaan daging alpukat yang telah dipotong. Kandungan asamnya membantu memperlambat reaksi oksidasi sehingga perubahan warna tidak berlangsung terlalu cepat.

Cara ini cocok diterapkan jika alpukat tidak langsung dikonsumsi setelah dipotong.

2. Tutup permukaannya dengan rapat

Jika hanya menggunakan sebagian alpukat, permukaan daging buah dapat ditutup menggunakan plastik pembungkus makanan.

Usahakan plastik menempel langsung pada permukaan daging alpukat sehingga jumlah udara yang bersentuhan dengan buah dapat dikurangi.

3. Gunakan wadah tertutup

Alpukat yang telah dipotong juga dapat ditempatkan dalam wadah makanan yang tertutup rapat sebelum dimasukkan ke lemari es.

Metode ini membantu membatasi kontak daging buah dengan udara sekaligus menjaga alpukat tidak bersentuhan dengan makanan lain di dalam kulkas.

4. Jangan mengandalkan biji sebagai pelindung utama

Menyisakan biji di salah satu bagian alpukat sering dianggap dapat mencegah daging buah berubah cokelat. Padahal, efek tersebut pada dasarnya hanya terjadi pada area yang tertutup langsung oleh biji.

Bagian alpukat lainnya yang tetap terbuka masih mengalami kontak dengan udara sehingga proses oksidasi tetap berlangsung.

Cuci alpukat sebelum dipotong

Selain memperhatikan metode penyimpanan, kebersihan alpukat sebelum dipotong juga penting. Kulit buah dapat membawa mikroorganisme sehingga bakteri yang berada di permukaan berpotensi berpindah ke daging buah melalui pisau atau tangan saat alpukat dibelah.

FDA menyarankan buah dan sayuran dicuci secara menyeluruh di bawah air mengalir sebelum dimakan, dipotong, atau dimasak. Membersihkan tangan, peralatan, dan permukaan yang digunakan untuk menyiapkan makanan juga merupakan bagian penting dari praktik keamanan pangan.

Dengan demikian, perubahan warna kecokelatan pada alpukat sebaiknya tidak menjadi alasan untuk memilih metode penyimpanan yang berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi. Yang lebih penting adalah menjaga kebersihan buah, mengurangi paparan udara setelah dipotong, dan menyimpannya dengan cara yang tepat.

Alpukat tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, seperti buah dan sayuran lainnya, cara mencuci, memotong, dan menyimpannya perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko penyakit akibat makanan.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Jangan Rendam Alpukat dalam Air di Kulkas, Ini Risiko yang Diingatkan FDA
  • Jangan Rendam Alpukat dalam Air di Kulkas, Ini Risiko yang Diingatkan FDA
  • Jangan Rendam Alpukat dalam Air di Kulkas, Ini Risiko yang Diingatkan FDA
  • Jangan Rendam Alpukat dalam Air di Kulkas, Ini Risiko yang Diingatkan FDA
  • Jangan Rendam Alpukat dalam Air di Kulkas, Ini Risiko yang Diingatkan FDA
  • Jangan Rendam Alpukat dalam Air di Kulkas, Ini Risiko yang Diingatkan FDA

Posting Komentar