Rambut Rontok Membentuk Lingkaran di Kepala, Kenali Gejala Alopecia Areata
JAKARTA - Rambut tiba-tiba rontok dan meninggalkan bercak botak berbentuk bulat di kulit kepala tentu dapat membuat khawatir. Terlebih, kondisi tersebut bisa muncul tanpa didahului luka, rasa sakit, atau gangguan pada kulit kepala.
Tidak sedikit orang yang kemudian mengaitkannya dengan berbagai penyebab, mulai dari penggunaan sampo yang tidak cocok, kekurangan vitamin, hingga anggapan yang tidak memiliki dasar medis.
Padahal, salah satu kemungkinan yang perlu dikenali adalah alopecia areata, yakni gangguan autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh keliru menyerang folikel rambut. Kondisi ini umumnya ditandai dengan kerontokan mendadak berbentuk bulat atau oval dengan permukaan kulit yang relatif halus.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama, menjelaskan mengenai kondisi tersebut melalui unggahan di media sosialnya.
"Jadi rambut di area yang rontok dalam hitungan hari, padahal sebelumnya kamu enggak ada luka, enggak ada sakit, enggak ada gatal, itu banyak orang langsung menyalahkan sampo, kurang vitamin, bahkan ada yang percaya kalau ini terjadi diguna-guna. Buang jauh-jauh deh. Padahal bisa jadi itu adalah yang namanya alopecia areata," ujar dr. Aditya.
Apa itu alopecia areata?
Alopecia areata merupakan penyakit autoimun yang menyerang folikel rambut. Dalam kondisi ini, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh justru menyerang folikel rambut dan memicu kerontokan.
Kerontokan biasanya muncul secara tiba-tiba dan membentuk satu atau beberapa area botak berbentuk bulat atau oval. Kulit di area tersebut umumnya tampak halus tanpa tanda peradangan atau jaringan parut yang jelas.
"Jadi alopecia areata adalah penyakit autoimun, yang artinya sistem kekebalan tubuh itu seharusnya melindungi tubuh, justru dia keliru menyerang akar rambut sendiri," kata dr. Aditya.
Serangan tersebut umumnya tidak langsung menghancurkan folikel rambut secara permanen. Karena itu, rambut masih memiliki kemungkinan untuk tumbuh kembali. Namun, perjalanan penyakit tidak dapat dipastikan sama pada setiap orang.
Berbeda dengan kebotakan akibat jaringan parut
Alopecia areata perlu dibedakan dari jenis kerontokan yang menyebabkan kerusakan atau jaringan parut pada folikel rambut. Pada kebotakan yang disertai jaringan parut, folikel dapat mengalami kerusakan permanen sehingga rambut tidak lagi tumbuh dari area tersebut.
Pada alopecia areata, folikel rambut biasanya tidak hancur secara permanen akibat serangan sistem imun. Kondisi inilah yang memungkinkan terjadinya pertumbuhan rambut kembali.
"Terus menariknya, folikel rambutnya sebenarnya masih hidup, masih aktif. Jadi kondisi ini berbeda dengan kebotakan permanen ya, karena luka atau misalnya jaringan parut," ujar dr. Aditya.
Meski demikian, adanya bercak botak tidak otomatis berarti seseorang mengalami alopecia areata. Berbagai kondisi lain juga dapat menyebabkan kerontokan dengan pola tertentu. Diagnosis perlu dilakukan oleh tenaga medis berdasarkan pemeriksaan kulit kepala, riwayat kesehatan, dan bila diperlukan pemeriksaan tambahan.
Apa penyebab alopecia areata?
Hingga kini, penyebab pasti alopecia areata belum sepenuhnya diketahui. Peneliti menduga kombinasi faktor genetik dan lingkungan berperan dalam memicu respons imun yang keliru terhadap folikel rambut.
Risiko mengalami kondisi ini dapat meningkat pada orang yang memiliki anggota keluarga dengan alopecia areata atau mempunyai penyakit tertentu yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh, seperti penyakit tiroid, psoriasis, atau vitiligo.
Stres emosional atau kondisi fisik tertentu juga diduga dapat menjadi pemicu pada orang yang memang memiliki kecenderungan mengalami alopecia areata. Namun, stres tidak dapat disebut sebagai satu-satunya penyebab penyakit tersebut. Bahkan pada banyak kasus, tidak ditemukan pemicu yang jelas.
"Dan banyak yang tanya sama aku, ‘Dok, kenapa bisa kena?’ Sampai sekarang penyebab pastinya sebenarnya belum diketahui. Tetapi, untuk risikonya lebih tinggi pada orang-orang yang memiliki faktor genetik, riwayat penyakit autoimun, atau setelah mengalami stres fisik maupun emosional berat," tutur dr. Aditya.
Alopecia areata tidak menular
Salah satu hal yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa kebotakan berbentuk bercak dapat menular melalui kontak dengan orang lain.
Alopecia areata merupakan gangguan sistem kekebalan tubuh dan bukan penyakit menular. Karena itu, kondisi tersebut tidak berpindah melalui berjabat tangan, berbagi helm, atau menggunakan sisir yang sama.
"Karena yang perlu diluruskan, bahwa alopecia areata ini bukan penyakit yang menular. Jadi kamu tidak akan tertular karena memakai sisir yang sama, memakai helm yang bergantian, atau jabat tangan," tegas dr. Aditya.
Apakah rambut bisa tumbuh kembali?
Perjalanan alopecia areata sangat bervariasi. Pada sebagian orang, rambut dapat tumbuh kembali tanpa pengobatan. Namun, pada orang lain, bercak baru dapat muncul atau area kerontokan dapat meluas.
Kerontokan tidak selalu terbatas pada kulit kepala. Dalam beberapa kasus, alopecia areata juga dapat menyebabkan rambut rontok pada alis, bulu mata, janggut, atau bagian tubuh lain yang ditumbuhi rambut. Bentuk yang lebih luas dapat menyebabkan hilangnya seluruh rambut di kulit kepala atau bahkan seluruh tubuh, meski kondisi tersebut lebih jarang terjadi.
"Jadi ada beberapa kasus yang dibiarkan dan memang dia akan tumbuh kembali dengan sendirinya. Tetapi pada sebagian orang lainnya, area botak ini justru semakin melebar, muncul di beberapa titik sekaligus, dari mulai alis, bulu mata, jenggot, sampai seluruh rambut di kepala," lanjut dr. Aditya.
Karena perjalanan penyakit sulit diprediksi, munculnya bercak botak mendadak sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai masalah kosmetik biasa.
Kapan perlu diperiksa?
Jika menemukan bercak botak yang muncul tiba-tiba, pemeriksaan oleh dokter kulit dan kelamin atau dokter spesialis dermatologi dapat membantu memastikan penyebabnya. Dokter dapat memeriksa pola kerontokan, kulit kepala, rambut, serta kuku. Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan darah atau biopsi kulit kepala mungkin diperlukan untuk menyingkirkan penyebab lain.
Penanganan juga bergantung pada tingkat kerontokan, usia, lokasi bercak, dan lamanya kondisi berlangsung. Tidak semua kasus membutuhkan terapi segera karena sebagian pasien dapat mengalami pertumbuhan rambut kembali secara spontan. Namun, pada kondisi tertentu dokter dapat memberikan pengobatan, termasuk kortikosteroid atau terapi lain sesuai kebutuhan.
"Karena itu, semakin cepat ditangani sebenarnya peluang rambut tumbuh kembali itu umumnya semakin baik," ujar dr. Aditya.
Dengan demikian, bercak botak berbentuk bulat yang muncul mendadak tidak sebaiknya langsung dikaitkan dengan sampo, kekurangan vitamin, atau hal mistis. Salah satu kemungkinan adalah alopecia areata, tetapi diagnosis tetap membutuhkan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kerontokan.
Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin cepat pula langkah penanganan yang sesuai dapat dipertimbangkan. Yang terpenting, jangan mencoba mengobati sendiri berdasarkan dugaan karena setiap jenis kerontokan rambut dapat memiliki penyebab dan penanganan yang berbeda.

Posting Komentar