Beraksi di Tengah Keramaian Jakarta Fair, Komplotan Pencopet di Kemayoran Kini Diburu Polisi
JAKARTA – Kemeriahan gelaran Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair Kemayoran ternoda oleh aksi kriminalitas. Di tengah padatnya lautan pengunjung yang ingin berbelanja dan mencari hiburan, komplotan copet memanfaatkan situasi tersebut untuk menguras barang berharga milik warga yang lengah. Polisi kini bergerak cepat untuk mengidentifikasi dan memburu para pelaku.
Laporan mengenai maraknya aksi pencopetan di area pameran terbesar ini mengemuka pada hari Senin, 15 Juni 2026. Berdasarkan aduan dari sejumlah korban yang kehilangan ponsel dan dompet, komplotan ini diduga bekerja secara tim dengan berbagi peran—mulai dari mengalihkan perhatian, mengeksekusi barang, hingga menampung hasil curian agar tidak mudah dicurigai.
Pihak kepolisian dari Sektor Kemayoran menegaskan bahwa mereka telah mengantongi beberapa petunjuk penting terkait pergerakan sindikat ini. Guna mempercepat proses penangkapan, tim penyidik tengah mendalami seluruh bukti digital yang tersedia di area tempat kejadian perkara.
"Kami saat ini sedang memburu para pelaku. Tim di lapangan sedang memeriksa dan menganalisis seluruh rekaman CCTV yang ada di sekitar titik-titik rawan kerumunan di dalam area PRJ Kemayoran untuk mengidentifikasi wajah dan pergerakan komplotan ini," ujar perwakilan pihak kepolisian saat memberikan keterangan kepada media.
Selain mengandalkan pelacakan digital lewat kamera pengawas, aparat kepolisian juga telah mempertebal pengamanan di lokasi acara. Petugas berpakaian preman (intel dan reserse) dikerahkan untuk membaur di antara pengunjung guna memergoki pelaku yang nekat kembali beraksi.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang datang ke Jakarta Fair agar meningkatkan kewaspadaan mandiri. Pengunjung disarankan untuk selalu menaruh tas di bagian depan dada, menghindari penggunaan perhiasan yang terlalu mencolok, serta tidak bermain ponsel di tengah antrean yang sangat padat demi menutup celah bagi para pelaku kriminal.

Posting Komentar