Fluktuatif di Tengah Transaksi Rp6,7 Triliun, Mayoritas Sektor Topang Penguatan IHSG Sesi I
JAKARTA – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mempertahankan posisinya di zona hijau pada paruh pertama perdagangan hari ini. Indeks acuan domestik tersebut dilaporkan menguat tipis sebesar 12,33 poin atau naik sekitar 0,21 persen, yang membawa posisinya parkir ke level 5.885 pada penutupan perdagangan sesi I.
Sepanjang paruh pertama berjalan, pergerakan indeks sebenarnya berlangsung cukup fluktuatif akibat tekanan jual yang sempat membayangi pasar. IHSG bahkan sempat merosot ke level terendahnya di posisi 5.839,67 pada awal perdagangan. Namun, aksi beli bersih yang melanda sejumlah saham unggulan berhasil memicu rebound hingga membawa indeks menyentuh posisi tertinggi harian di level 5.904,39, sebelum akhirnya stabil di kisaran 5.885 menjelang jeda siang.
Aktivitas perdagangan di lantai bursa terpantau cukup ramai dan dinamis. Nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp6,712 triliun, dengan volume perdagangan menembus 15,73 miliar lembar saham yang berpindah tangan melalui 1,457 juta kali frekuensi transaksi. Adapun total kapitalisasi pasar di bursa domestik saat ini tercatat berada di angka Rp10.286 triliun pada Kamis (9/7/2026).
Berdasarkan peta pergerakan saham, persaingan antara saham yang naik dan turun berlangsung cukup berimbang namun didominasi oleh tren positif. Tercatat sebanyak 330 saham ditutup menguat, 290 saham bergerak melemah, dan 344 saham lainnya cenderung stagnan alias tidak mengalami perubahan harga.
Secara sektoral, kebangkitan IHSG pada sesi pertama ini utamanya ditopang oleh mayoritas indeks sektoral yang sukses mendarat di zona hijau. Sektor barang baku memimpin roda kenaikan dengan lonjakan sebesar 1,56 persen, disusul oleh sektor energi yang menguat 1,43 persen, sektor transportasi naik 1,40 persen, serta sektor perindustrian yang ikut menguat 1,17 persen. Selain itu, sektor barang konsumsi non-primer dan primer juga memberikan andil positif masing-masing sebesar 0,59 persen dan 0,41 persen.
Kendati demikian, penguatan indeks hari ini sedikit tertahan oleh beberapa sektor yang masih terjerembab di zona merah. Sektor kesehatan mencatat koreksi terdalam dengan penurunan hingga 1,27 persen. Pelemahan juga membayangi sektor keuangan sebesar 0,28 persen, sektor properti susut 0,18 persen, sektor infrastruktur turun 0,15 persen, serta sektor teknologi yang terkoreksi tipis sebesar 0,08 persen.
Di jajaran saham yang mencatatkan keuntungan tertinggi (top gainers), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) menjadi bintang lapangan dengan lonjakan signifikan sebesar 35,00 persen ke level 162. Posisi berikutnya ditempati oleh PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang melesat 24,91 persen menjadi 1.755, disusul PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) yang naik 22,08 persen ke level 94. Dua emiten lain, yakni PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) menguat 22,05 persen ke 775 dan PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) terkerek 17,50 persen ke level 188.
Sebaliknya, barisan saham yang mengalami penurunan terdalam (top losers) dipimpin oleh PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) yang anjlok 14,87 persen ke level 1.660. Di belakangnya mengekor PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) yang merosot 14,51 persen menjadi 330, PT Danareksa Investment Management (XDIF) melemah 12,28 persen ke 350, PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) turun 11,48 persen ke 54, serta PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) yang terkoreksi 10,78 persen menjadi 745.
Secara keseluruhan, ketangguhan saham-saham di bidang komoditas, energi, serta industri manufaktur pada tengah hari ini terbukti menjadi katalis positif yang efektif dalam meredam sentiment negatif yang tengah membayangi sektor finansial dan kesehatan.

Posting Komentar