Kerap Dianggap Lebih Sehat dari Rokok, Zat Kimia Vape Berpotensi Rusak Jaringan Paru-Paru

Kerap Dianggap Lebih Sehat dari Rokok, Zat Kimia Vape Berpotensi Rusak Jaringan Paru-Paru

JAKARTA – Anggapan bahwa rokok elektrik (vape) merupakan alternatif yang jauh lebih aman dibandingkan rokok konvensional dibantah keras oleh pakar kesehatan. Dokter spesialis paru mengingatkan bahwa uap vape tetap membawa risiko tinggi memicu berbagai kerusakan organ pernapasan, mulai dari peradangan akut hingga kondisi fatal seperti paru-paru bocor atau kempes.

Dokter Spesialis Paru sekaligus Konsultan Onkologi, dr. Jaka Pradipta, Sp.P(K) Onk, mengungkapkan bahwa klaster pasien pengguna vape yang datang ke kliniknya paling sering didiagnosis mengalami gejala bronkitis.

"Paru-paru pada dasarnya hanya dirancang untuk menghirup udara bersih. Liquid yang ada gulanya, perasanya, kimianya dipanaskan dengan logam. Banyak partikel asing yang masuk ke saluran napas sehingga tubuh merespons dengan peradangan. Itu yang bikin sesak, batuk, dan meradang," jelas dr. Jaka dalam keterangannya.

Tiga Gangguan Paru Utama Akibat Penggunaan Vape

Paparan zat kimia dari cairan (liquid) vape yang dipanaskan oleh elemen logam secara terus-menerus dapat memicu komplikasi pernapasan dari skala ringan hingga darurat medis.

Berikut adalah klasifikasi gangguan paru yang kerap mengintai pengguna vape:

Jenis GangguanDeskripsi KlinisDampak / Penanganan
BronkitisPeradangan akut pada dinding saluran pernapasan utama (bronkus).Batuk persisten, produksi dahak berlebih, dan sesak napas.
EVALI (E-cigarette associated Lung Injury)Cedera paru akut akibat akumulasi zat kimia berbahaya dari uap vape.Paru-paru meradang hebat secara mendadak; pasien kerap membutuhkan bantuan alat ventilator.
Pneumotoraks (Paru Kempes)Kerusakan dan kebocoran pada kantung udara paru akibat korosi zat kimia.Udara keluar ke rongga dada, menekan paru hingga kempes; memerlukan operasi dan pemasangan selang dada.

Mitos Kompensasi: Olahraga Tidak Melindungi Paru dari Zat Kimia

Salah satu kekeliruan besar di kalangan pengguna vape adalah keyakinan bahwa dampak buruk uap kimia dapat dinetralisasi dengan gaya hidup aktif atau rutin berolahraga.

dr. Jaka menegaskan bahwa daya tahan fisik luar tidak mencerminkan kekuatan jaringan internal paru-paru yang terus-menerus terpapar zat korosif. Ia mencontohkan kasus nyata seorang atlet beladiri campuran (MMA) yang tetap mengalami paru-paru kempes akibat kebiasaan mengisap vape meski memiliki kebugaran fisik yang prima.

Peringatan Medis: "Orang berpikir olahraga tapi ngevape tidak apa-apa, yang penting seimbang. Ternyata tidak berpengaruh. Paru-paru kita tetap rusak, tetap bisa jebol. Mungkin otot kuat, imun oke, tapi paru-paru tetap bisa rusak dan bolong," pungkas dr. Jaka.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kerap Dianggap Lebih Sehat dari Rokok, Zat Kimia Vape Berpotensi Rusak Jaringan Paru-Paru
  • Kerap Dianggap Lebih Sehat dari Rokok, Zat Kimia Vape Berpotensi Rusak Jaringan Paru-Paru
  • Kerap Dianggap Lebih Sehat dari Rokok, Zat Kimia Vape Berpotensi Rusak Jaringan Paru-Paru
  • Kerap Dianggap Lebih Sehat dari Rokok, Zat Kimia Vape Berpotensi Rusak Jaringan Paru-Paru
  • Kerap Dianggap Lebih Sehat dari Rokok, Zat Kimia Vape Berpotensi Rusak Jaringan Paru-Paru
  • Kerap Dianggap Lebih Sehat dari Rokok, Zat Kimia Vape Berpotensi Rusak Jaringan Paru-Paru

Posting Komentar