Punya Jaringan Pipa 1.834 Km di Sumut, PGN Optimistis Perluas Portofolio Pasar Gas Domestik
JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menggelar agenda kunjungan lapangan (site visit) dengan mengajak jajaran investor ritel terbesar Perseroan untuk meninjau langsung fasilitas operasi gas bumi di Sumatera Utara.
Langkah taktis ini dilakukan guna memperkuat asas transparansi emiten, sekaligus memamerkan kesiapan riil infrastruktur yang menjadi fondasi pertumbuhan bisnis gas bumi di wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau (Kepri).
Melalui kegiatan ini, para investor diberikan gambaran menyeluruh mengenai manajemen keandalan pasokan, tata kelola infrastruktur eksisting, serta cetak biru pengembangan pasar ke depan. Salah satu fokus utamanya adalah dukungan penuh PGN terhadap proyek strategis nasional, yakni Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau (Sutri) yang digarap oleh Kementerian ESDM.
Profil Operasional Regional dan Karakteristik Pasar
Hingga April 2026, melalui Sales and Operation Region I (SOR I), PGN tercatat telah menyalurkan gas bumi sebesar ± 147 BBTUD untuk melayani lebih dari 136 ribu pelanggan di koridor Sumatera dan Kepri.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Heri Murahmanta, menjelaskan bahwa wilayah operasional SOR I memiliki keunggulan karena memiliki karakteristik pasar yang saling melengkapi (complementary market):
High Volume Anchor: Karakteristik pasar industri berkapasitas besar yang terpusat di wilayah Batam.
High Penetration Market: Karakteristik pasar dengan tingkat penetrasi jaringan yang tinggi di Palembang dan Medan.
"Kombinasi karakteristik pasar tersebut menjadi kekuatan bagi PGN dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan portofolio pelanggan dengan profil risiko yang lebih terukur,” ujar Heri di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Integrasi Infrastruktur Pipa Transmisi Sumut–Riau
Di sektor hulu dan midstream, operasional PGN di Sumatera Utara ditopang oleh jaringan pipa milik anak usahanya, PT Pertamina Gas Operation North Sumatera Area (ONSA). Jaringan ini mengintegrasikan pasokan dari regasifikasi LNG Arun dan sejumlah blok hulu domestik untuk dialirkan ke sektor pembangkit listrik, kawasan industri, hingga pabrik pupuk.
Heri menegaskan, rampungnya Pipa Transmisi Sumut–Riau nantinya akan menjadi game changer bagi integrasi energi di Pulau Sumatera, karena berhasil menghubungkan jaringan pipa dari Aceh hingga Lampung secara vertikal.
Rangkuman Data Aset dan Infrastruktur PGN di Sumatera Bagian Utara:
| Komponen Infrastruktur | Detail Volume / Fungsi | Target Capaian & Keunggulan |
| Panjang Jaringan Pipa | ± 1.834 Kilometer | Melayani sektor rumah tangga, komersial, hingga industri regional. |
| Fasilitas Tambahan | Offtake Station Pasar IX | Meningkatkan fleksibilitas distribusi dan efisiensi pengembangan jaringan baru. |
| Moda Distribusi | Integrasi Pipa & Non-Pipa | Pemanfaatan CNG dan LNG untuk menjangkau area di luar pipa (off-grid). |
"Dengan jaringan yang semakin terintegrasi, pasokan yang andal, serta portofolio infrastruktur yang terus berkembang, PGN optimistis dapat memperluas pemanfaatan gas bumi, memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham,” tutup Heri.

Posting Komentar