Sistem Registri Unit Karbon Diluncurkan, Utusan Khusus Presiden Klaim AS hingga Jepang Siap Masuk ke Indonesia

Sistem Registri Unit Karbon Diluncurkan, Utusan Khusus Presiden Klaim AS hingga Jepang Siap Masuk ke Indonesia

JAKARTA – Langkah besar diambil oleh Pemerintah Indonesia dalam upaya memperkuat ekosistem perdagangan hijau di tanah air. Pemerintah secara resmi meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) yang kini telah terintegrasi penuh dengan Bursa Karbon Indonesia. Infrastruktur baru ini diyakini bakal menjadi daya tarik luar biasa yang mampu menjaring minat para investor raksasa dari berbagai belahan dunia untuk menanamkan modalnya di pasar karbon nasional.

Optimisme tinggi tersebut bukan tanpa alasan. Sejumlah negara maju dilaporkan sudah mulai mengantre dan menyatakan ketertarikan mereka untuk ikut ambil bagian dalam perdagangan emisi di Indonesia, dengan proyeksi nilai kapitalisasi yang sangat fantastis.

Utusan Khusus Presiden untuk Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, membeberkan bahwa peta peminat pasar karbon domestik kini didominasi oleh negara-negara dengan kekuatan ekonomi besar di dunia.

"Banyak. Dari Amerika, dari Inggris, dari Norway, dari Belanda, dari Jepang. Banyak. Itu kalau kita jumlahkan bisa puluhan miliar dolar. Puluhan miliar dolar," ungkap Hashim Djojohadikusumo dengan nada optimistis usai menghadiri agenda peluncuran SRUK yang berlangsung di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (9/7/2026).

Hashim memaparkan bahwa selama satu setengah tahun ke belakang, dirinya secara intensif terus bergerak melakukan diplomasi hijau dengan menemui berbagai lembaga internasional serta para pemegang modal global. Dari serangkaian pertemuan tersebut, respons yang ditunjukkan dunia internasional terhadap potensi hijau yang dimiliki Indonesia dinilai sangat masif.

Menurutnya, sentimen positif dari para investor asing ini kian menguat lantaran pemerintah serius dalam membangun regulasi dan sistem perdagangan yang transparan, akuntabel, serta berkekuatan hukum tetap di tingkat internasional.

"Saya sebagai Utusan Khusus kan sering ketemu dengan pihak-pihak luar negeri, lembaga-lembaga internasional termasuk investor-investor internasional yang ingin berpartisipasi dalam pasar karbon di Indonesia," jelasnya menambahkan.

Peresmian SRUK ini dipandang sebagai bukti nyata dari komitmen pemerintah dalam menjawab keraguan pasar terkait kesiapan infrastruktur perdagangan karbon di dalam negeri. Kehadiran sistem registrasi ini sekaligus mempertegas posisi tawar Indonesia di panggung mitigasi krisis iklim global.

"Hari ini we delivered, kita sudah wujudkan ini adalah hasil pekerjaan Pemerintah Indonesia yang patut dibanggakan bahwa hari ini kita mulai suatu sistem registrasi unit karbon yang betul-betul bisa bekerja dan berfungsi dengan baik," tegas Hashim.

Mengakhiri keterangannya di hadapan awak media, adik kandung Presiden Prabowo Subianto ini memastikan bahwa beroperasinya sistem terintegrasi ini menjadi lampu hijau bagi masuknya gelombang modal asing yang selama ini masih tertahan untuk masuk ke pasar domestik.

"Saya bisa melaporkan kepada bapak ibu media bahwa banyak sekali investor dan pelaku-pelaku dari luar negeri yang sudah siap untuk masuk ke pasar karbon Indonesia," pungkas Hashim memungkiri penjelasannya.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Sistem Registri Unit Karbon Diluncurkan, Utusan Khusus Presiden Klaim AS hingga Jepang Siap Masuk ke Indonesia
  • Sistem Registri Unit Karbon Diluncurkan, Utusan Khusus Presiden Klaim AS hingga Jepang Siap Masuk ke Indonesia
  • Sistem Registri Unit Karbon Diluncurkan, Utusan Khusus Presiden Klaim AS hingga Jepang Siap Masuk ke Indonesia
  • Sistem Registri Unit Karbon Diluncurkan, Utusan Khusus Presiden Klaim AS hingga Jepang Siap Masuk ke Indonesia
  • Sistem Registri Unit Karbon Diluncurkan, Utusan Khusus Presiden Klaim AS hingga Jepang Siap Masuk ke Indonesia
  • Sistem Registri Unit Karbon Diluncurkan, Utusan Khusus Presiden Klaim AS hingga Jepang Siap Masuk ke Indonesia

Posting Komentar