Transaksi Harian Saham Melandai, OJK: Secara Year-to-Date Justru Tembus Rekor Rp24 Triliun
JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi adanya tren perlambatan aktivitas transaksi di pasar saham domestik dalam beberapa waktu terakhir. Kendati demikian, otoritas menekankan bahwa secara kumulatif sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YTD), rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru sukses menorehkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa fluktuasi volume transaksi harian merupakan dinamika pasar yang wajar. Hal ini sangat dipengaruhi oleh rotasi sentimen serta perubahan narasi ekonomi yang memengaruhi psikologis investor.
"Kalau secara rata-rata memang terjadi penurunan tingkat nilai transaksi harian. Namun jangan lupa kalau kita lihat horizon year-to-date, sampai saat ini justru masih tercatat rekor peningkatan rata-rata nilai transaksi harian," kata Hasan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Lonjakan RNTH: Lompat dari Rp18 Triliun ke Rp24 Triliun
OJK optimistis terhadap prospek jangka panjang pasar modal Indonesia mengingat performa akumulatif tahun ini mencatatkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun lalu:
RNTH Year-to-Date (Per Juli 2026): Telah menembus angka lebih dari Rp24 triliun per hari.
RNTH Tahun Lalu: Berada di kisaran Rp18 triliun per hari.
"Jadi kalau dilihat dalam horizon yang lebih panjang, kita tetap optimistis karena rata-rata nilai transaksi harian tahun ini justru mencatatkan peningkatan," tambah Hasan.
Kondisi Likuiditas dan Pengawasan Pasar
Di tengah melandainya aktivitas perdagangan harian, OJK bersama BEI memastikan bahwa mereka terus melakukan pengawasan ketat agar perdagangan tetap berjalan secara teratur, wajar, dan efisien.
Hasan memaparkan indikator bahwa likuiditas pasar saham saat ini masih berada dalam kondisi sehat dan tebal:
Antrean Order Stabil: Aktivitas pada antrean order beli (bid) maupun order jual (ask) tetap terisi dan berputar dengan volume yang memadai.
Spread Efisien: Selisih harga penawaran beli dan jual (bid-ask spread) tetap terjaga rapat dan efisien bagi pelaku pasar.
Tidak Ada One-Sided Market: Transaksi di bursa berjalan dua arah secara seimbang. OJK tidak menemukan adanya fenomena pasar sepihak, seperti tekanan jual masif tanpa adanya pembeli, atau sebaliknya.
OJK berkomitmen untuk terus memitigasi risiko volatilitas dan menjaga stabilitas sistem keuangan pasar modal dari dampak dinamika geopolitik maupun makroekonomi, baik yang bersumber dari dalam negeri maupun global.

Posting Komentar