CENTCOM: Dua Prajurit Amerika Gugur dalam Serangan Rudal dan Drone Iran
JAKARTA – Dua personel militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas setelah pasukan AS bersama mitra koalisi menjadi sasaran serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan Iran di wilayah Yordania. Selain itu, satu anggota militer lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Informasi tersebut disampaikan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melalui pernyataan resmi yang dirilis Pentagon pada Sabtu (18/7/2026) waktu setempat. Serangan itu disebut terjadi sehari sebelumnya, saat pasukan AS dan sekutunya melakukan upaya pertahanan terhadap serangan yang berasal dari Iran.
"Dua anggota militer AS tewas saat pasukan AS dan sekutu bertahan dari serangan rudal balistik dan pesawat tak berawak Iran," demikian pernyataan CENTCOM.
Selain dua korban meninggal dunia, empat personel lainnya mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke rumah sakit di Yordania untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, Pentagon belum mengungkap identitas para korban maupun perkembangan pencarian terhadap satu prajurit yang masih hilang.
Iran Ancam Tingkatkan Operasi Militer
Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran menyatakan siap meningkatkan intensitas serangan apabila Amerika Serikat terus melancarkan operasi militer terhadap wilayahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sekaligus penasihat militer senior bagi pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
"Jika serangan-serangan AS berlanjut selama dua atau tiga hari lagi, kami akan memasuki fase operasi serangan skala penuh," ujar Rezaei dalam wawancara yang disiarkan lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB, pada Jumat (17/7/2026).
Rezaei menegaskan bahwa Iran tidak akan lagi membatasi responsnya pada aksi balasan yang bersifat terbatas.
"Iran tidak akan lagi membatasi diri pada tindakan pembalasan yang sepadan. Tidak akan ada batas politik yang aman dari kekuatan serangan Iran," katanya.
Ia juga menuntut Amerika Serikat memberikan kompensasi atas serangan yang menurut Iran telah menyasar fasilitas sipil. Namun, Washington membantah tuduhan tersebut dan menegaskan tidak secara sengaja menargetkan infrastruktur sipil di Teheran.
Pernyataan itu muncul setelah Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran selama tujuh malam berturut-turut. Sebagai balasan, Iran disebut menyerang beberapa negara di kawasan Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat.
Rezaei turut memperingatkan bahwa apabila eskalasi konflik terus berlanjut, operasi militer Iran berpotensi meluas hingga melampaui wilayah perbatasannya.

Posting Komentar