Gempa M 7,1 Guncang Jepang, 35 Orang Dilaporkan Tewas
TOKYO – Jumlah korban tewas akibat gempa dahsyat yang mengguncang wilayah barat daya Jepang bertambah menjadi 35 orang. Tim penyelamat masih mencari kemungkinan korban yang tertimbun reruntuhan di sejumlah lokasi terdampak.
Pemerintah Prefektur Kumamoto menyatakan belum seluruh kematian dapat dipastikan berkaitan langsung dengan gempa. Jumlah korban juga berpotensi bertambah seiring operasi pencarian yang masih berlangsung.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Pulau Kyushu pada Selasa (28/7/2026). Guncangan menyebabkan kerusakan luas di Kumamoto, merobohkan bangunan dan rumah warga, serta memicu ledakan di sebuah pusat perbelanjaan.
Gempa tercatat mencapai level tertinggi, yakni 7, dalam skala intensitas seismik Jepang. Sementara itu, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan jaringan pemantauan GEOFON Jerman mengukur kekuatan gempa pada magnitudo 6,8.
Lebih dari 80 orang dilaporkan terluka, termasuk lima korban yang mengalami luka serius.
Tim pencarian dan penyelamatan masih dikerahkan di sejumlah titik, terutama di pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto yang mengalami kerusakan parah. Operasi dilakukan ketika periode krusial 72 jam pascagempa mendekati berakhir.
Sebanyak tujuh orang yang berhasil dievakuasi dari pusat perbelanjaan tersebut kemudian meninggal dunia. Ledakan yang terjadi sekitar 80 menit setelah gempa diduga dipicu kebocoran gas dan masih dalam penyelidikan.
Di Kota Yatsushiro, cerobong asap di pabrik Nippon Paper Industries runtuh. Sebanyak 11 pekerja berhasil dievakuasi, tetapi sembilan di antaranya kemudian meninggal.
Ratusan gempa susulan masih tercatat sejak gempa utama. Petugas terus melakukan pencarian dan pendataan kerusakan di wilayah terdampak.

Posting Komentar