Guru Besar UAI: Ketegasan Jaksa Agung Jadi Kunci Menjaga Kepercayaan Publik

Guru Besar UAI: Ketegasan Jaksa Agung Jadi Kunci Menjaga Kepercayaan Publik

JAKARTA – Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad, menilai ketegasan Jaksa Agung ST Burhanuddin menjadi faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan Agung. Menurutnya, kepemimpinan yang tegas diperlukan ketika institusi penegak hukum menghadapi berbagai dinamika, termasuk persoalan yang berkaitan dengan internal lembaga.

Suparji mengatakan, perkara hukum yang menyeret mantan pejabat tinggi tidak semestinya mengganggu pelaksanaan tugas Kejaksaan. Situasi tersebut justru dapat dijadikan kesempatan untuk menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi tetap dilakukan secara profesional, terbuka, dan berintegritas.

“Kepercayaan publik tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menjabat, tetapi oleh integritas, profesionalisme, independensi, dan keberanian menegakkan hukum,” kata Suparji dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).

Ia juga mengingatkan agar capaian kelembagaan tidak dicampuradukkan dengan dugaan pelanggaran yang dilakukan secara individual. Menurut Suparji, penilaian terhadap kinerja Korps Adhyaksa harus dilakukan secara objektif dengan melihat capaian serta indikator yang dapat diukur.

Dalam pandangannya, kepemimpinan yang tenang dan transparan, sekaligus berfokus pada penguatan sistem, dibutuhkan untuk menjaga soliditas jajaran Kejaksaan. Sistem kelembagaan yang kuat dinilai dapat membuat penanganan perkara besar tetap berjalan meskipun terdapat persoalan yang melibatkan individu.

Suparji mencontohkan sejumlah pekerjaan penting yang harus tetap menjadi perhatian, mulai dari penanganan perkara korupsi berskala besar, penyelamatan aset negara, hingga pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Ia turut mengapresiasi langkah Jaksa Agung yang disebut konsisten melakukan pembenahan internal, memperkuat pengawasan, serta meningkatkan akuntabilitas dalam proses penegakan hukum.

Menurut Suparji, pembenahan tersebut diperlukan tidak hanya untuk menangani persoalan yang sudah terjadi, tetapi juga memperkuat sistem pencegahan. Dengan demikian, integritas dan moralitas aparatur penegak hukum dapat terus dijaga.

“Saya mengajak seluruh insan Adhyaksa untuk tidak goyah. Jadikan hukum sebagai panglima. Bekerja tanpa pandang bulu dan utamakan kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.

Suparji menegaskan, kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum tidak dapat dibangun dalam waktu singkat. Kepercayaan tersebut, menurut dia, harus dijaga melalui konsistensi dalam menegakkan keadilan, memberikan kepastian hukum, serta memastikan hukum memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kepercayaan masyarakat dibangun dari konsistensi menjunjung keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan,” pungkasnya.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Guru Besar UAI: Ketegasan Jaksa Agung Jadi Kunci Menjaga Kepercayaan Publik
  • Guru Besar UAI: Ketegasan Jaksa Agung Jadi Kunci Menjaga Kepercayaan Publik
  • Guru Besar UAI: Ketegasan Jaksa Agung Jadi Kunci Menjaga Kepercayaan Publik
  • Guru Besar UAI: Ketegasan Jaksa Agung Jadi Kunci Menjaga Kepercayaan Publik
  • Guru Besar UAI: Ketegasan Jaksa Agung Jadi Kunci Menjaga Kepercayaan Publik
  • Guru Besar UAI: Ketegasan Jaksa Agung Jadi Kunci Menjaga Kepercayaan Publik

Posting Komentar