Hasil Penyelidikan Polisi: Dokter PPDS di Siak Meninggal akibat Bunuh Diri

Hasil Penyelidikan Polisi: Dokter PPDS di Siak Meninggal akibat Bunuh Diri

SIAK – Kepolisian Resor (Polres) Siak menyatakan telah merampungkan penyelidikan terkait kematian Dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi, Alex Cristo Loris, yang ditemukan meninggal di area semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menyimpulkan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan, proses penyelidikan berlangsung selama hampir tiga pekan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim autopsi, laboratorium forensik, digital forensik, hingga psikologi forensik.

Selain itu, penyidik memeriksa 14 saksi yang terdiri atas anggota keluarga, rekan kerja, dan sejumlah pihak yang mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

"Polisi juga memeriksa 14 saksi yang terdiri atas keluarga, rekan kerja, serta saksi lain yang mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan tewas," ujar AKBP Sepuh Ade Irsyam, dikutip Rabu (5/8/2026).

Hasil autopsi menunjukkan adanya bekas suntikan pada lengan kiri korban. Sementara itu, pemeriksaan toksikologi menemukan kandungan rocuronium di dalam tubuh korban yang menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan hingga berujung pada asfiksia.

"Dari hasil pemeriksaan tersebut dapat disimpulkan bahwa ditemukan zat yang mematikan di dalam tubuh korban yang disebabkan oleh perbuatan Dokter Alex Cristo Loris," kata Sepuh Ade.

Dalam penyelidikan, polisi juga menemukan bercak darah pada sejumlah barang bukti yang identik dengan DNA korban. Di lokasi kejadian, petugas mengamankan tas berisi perlengkapan medis serta beberapa obat anestesi.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan korban datang seorang diri ke lokasi tanpa didampingi pihak lain. Sementara hasil pemeriksaan digital forensik terhadap perangkat elektronik korban juga tidak menemukan indikasi keterlibatan orang lain.

Dari hasil pemeriksaan psikologi forensik, penyidik menduga korban mengalami tekanan psikologis yang berkaitan dengan persoalan keuangan, utang pinjaman daring, beban pendidikan sebagai peserta PPDS, serta tanggung jawab terhadap keluarga.

Penyidik juga menemukan pesan yang belum sempat terkirim kepada istri korban di telepon genggamnya. Berdasarkan keseluruhan hasil penyelidikan, mulai dari keterangan para saksi, autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, digital forensik, psikologi forensik, hingga barang bukti yang dikumpulkan, Polres Siak memastikan tidak ditemukan fakta yang mengarah pada dugaan pembunuhan.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Hasil Penyelidikan Polisi: Dokter PPDS di Siak Meninggal akibat Bunuh Diri
  • Hasil Penyelidikan Polisi: Dokter PPDS di Siak Meninggal akibat Bunuh Diri
  • Hasil Penyelidikan Polisi: Dokter PPDS di Siak Meninggal akibat Bunuh Diri
  • Hasil Penyelidikan Polisi: Dokter PPDS di Siak Meninggal akibat Bunuh Diri
  • Hasil Penyelidikan Polisi: Dokter PPDS di Siak Meninggal akibat Bunuh Diri
  • Hasil Penyelidikan Polisi: Dokter PPDS di Siak Meninggal akibat Bunuh Diri

Posting Komentar