Rupiah Kembali Anjlok di Rp17.722, Krisis Moneter 1998 Mulai Menghantui

Rupiah Kembali Anjlok di Rp17.722, Krisis Moneter 1998 Mulai Menghantui

TheRefinedPost.com - Nilai tukar rupiah kembali melemah hingga Rp17.722 per dolar AS pada Selasa (19/5/2026). Ini mengingatkan kita pada krisis moneter 1998.

Rupiah kembali tertekan terhadap dolar AS di Rp17.722

Pada Selasa sore, kurs tercatat menyentuh level Rp17.722 per dolar AS. Banyak orang khawatir dengan pelemahan ini karena mengingatkan pada krisis moneter 1998. Kala itu, rupiah sempat jatuh hingga Rp17.000 per dolar AS. Namun, Presiden BJ Habibie berhasil memulihkannya. Menurut ekonom, kondisi sekarang berbeda dengan krisis 1998.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, bilang pelemahan rupiah disebabkan faktor eksternal. Seperti ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah dan naiknya harga minyak dunia. Ekonom Paramadina, Wijayanto Samirin, menekankan bahwa persoalan domestik lebih dominan. Yakni lemahnya fundamental ekonomi, fiskal, dan neraca pembayaran. Belum ada kebijakan pemerintah yang kredibel.

Ia bahkan memperkirakan angka Rp17.000–Rp18.000 per dolar bisa menjadi baseline baru bagi rupiah. Meski banyak orang berharap keajaiban seperti era Habibie, ekonom menilai hal itu sulit terjadi. Pada 1998, pelemahan rupiah disebabkan faktor psikologis berupa kepanikan massal. Namun, sekarang pelemahan rupiah bersumber dari masalah struktural jangka panjang.

Pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan. Habibie kala itu berhasil mengembalikan kepercayaan pasar dengan tiga langkah besar. Restrukturisasi perbankan dan menjadikan Bank Indonesia independen. Agresif menarik investor asing. Memperkuat kredibilitas sistem keuangan.

Strategi tersebut membuat rupiah bangkit dari Rp17.000 ke Rp6.500 per dolar AS dalam 17 bulan. Pertumbuhan ekonomi juga meningkat dari minus 13,33 persen pada 1998 menjadi positif 0,79 persen di 1999. Kini, Josua Pardede mengingatkan masyarakat agar tidak panik. Fundamental ekonomi Indonesia dinilai lebih kokoh dibanding era krisis.

Dengan cadangan devisa mencapai 146,2 miliar dolar AS per April 2026, dan utang luar negeri yang terkendali. Ia menyarankan pelaku usaha menggunakan instrumen lindung nilai (hedging) untuk meminimalisir risiko kurs. Masyarakat yang tidak berhubungan langsung dengan valuta asing, tidak perlu cemas berlebihan.

Pelemahan rupiah memang menjadi tantangan besar. Namun, berbeda dengan krisis 1998. Pemulihan membutuhkan waktu dan kebijakan yang tepat. Bukan sekadar menunggu hilangnya kepanikan pasar.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Rupiah Kembali Anjlok di Rp17.722, Krisis Moneter 1998 Mulai Menghantui
  • Rupiah Kembali Anjlok di Rp17.722, Krisis Moneter 1998 Mulai Menghantui
  • Rupiah Kembali Anjlok di Rp17.722, Krisis Moneter 1998 Mulai Menghantui
  • Rupiah Kembali Anjlok di Rp17.722, Krisis Moneter 1998 Mulai Menghantui
  • Rupiah Kembali Anjlok di Rp17.722, Krisis Moneter 1998 Mulai Menghantui
  • Rupiah Kembali Anjlok di Rp17.722, Krisis Moneter 1998 Mulai Menghantui

Posting Komentar